Nurmin,
S.Pd.
|
BUKU
KEGIATAN SISWA
BAHASA INDONESIA
Untuk
MA Kelas XI Semester 2

PENERBIT:
MAN BAU- BAU

STANDAR
KOMPETENSI
Membaca
11. Memahami ragam wacana tulis
dengan membaca cepat dan membaca intensif.
KOMPETENSI DASAR
11.1 Mengungkapkan pokok-pokok isi
teks dengan membaca cepat 300 kata per
menit.
INDIKATOR
·
Membaca
cepat + 300 kata permenit.
·
Siswa
dapat menjawab secara benar 75% dari seluruh pertanyaan yang tersedia.
·
Mengungkapkan
pokok-pokok isi bacaan.
MATERI
PEMBELAJARAN
MEMBACA
CEPAT TEKS BACAAN
Teknik Membaca Cepat
Ada dua macam teknik
membaca cepat,yakni:
1. Teknik
Scanning /memindai => membaca dengan teknik pindai dilakukan untuk
mencari informasi secara cepat pada suatu
teks.Teknik pindai digunakan untuk mencari kata atau arti kata dalam
kamus,mencari nomor telepon,mencari angka-angka dalam statistik,mencari data
pada jurnal,membaca jadwal acara TV,atau mencari informasi dalam buku,dsb.
2. Teknik
Skimming/layap => membaca cepat dengan tujuan mencari intisari,topik
bacaan atau mencari informasi tertentu dengan cara membaca cepat/meluncur dari
paragraf satu ke paragraf berikutnya,halaman demi halaman,sampai intisari,topik
atau informasi tertentu yang dicari dari bacaan tersebut.
Cara Meningkatkan Kecepatan
Membaca:
1.
Baca dalam hati dan mulut tidak bersuara.
2.
Jari tangan tidak menunjuk bagian teks.
3.
Gerakan mata secara vertikal.
4.
Perluas jangkauan mata.
5.
Tingkatkan konsentrasi.
6.
Tidak mengulang-ulangi bagian yang sudah dibaca.
Pola-Pola Membaca Cepat:
Dalam
membaca cepat,gerak mata yang benar bukan dari kiri ke kanan. Gerak mata yang
benar mengarah ke bawah dengan pola
vertikal,horizontal,diagonal,zigzag,spiral,blok.
Pola gerakan mata:
1. Pola
Horizontal=>Fokus
mata mulai dari halaman sudut kiri,kemudian bergerak
sampai ke
halaman ujung kanan. Selanjutnya turun
baris berikutnya. Begitu
seterusnya sampai akhir halaman bawah
sebelah kanan.
2.
Pola Vertikal => Fokus mata mulai membaca dari halaman atas
kemudian bergerak vertikal sampai ke
halaman bawah.
3. Pola Diagonal => Fokus
mata mulai membaca dari halaman sudut kiri atas,bergerak diagonal ke sudut
kanan bawah halaman.
4. Pola Zigzag => Fokus mata
ketika mulai membaca dari halaman atas bagian sudut kiri kemudian bergerak
serong ke kanana,kemudian bergerak serong ke kiri,dan terus bergerak dengan
pola seperti itu sampai ke halaman bawah.
5.
Pola Spiral => Fokus mata mulai membaca dari halaman sebelah
kiri atas kemudian bergerak mengikuti kalimat-kalimat bacaan ke sebelah kanan
dengan pergerakan seperti spiral.
6.
Pola Blok => Fokus mata mulai membaca dari halaman sudut
kiri atas kemudian bergerak ke sebelah kanan,dan terus sampai paragraf akhir.
Untuk
menemukan informasi yang dibutuhkan dari bacaan dengan cepat,daya jangkauan
mata harus lebar ketika membaca yang dilihat bukan kata demi kata,tetapi
dua kata atau lebih.
Contoh: Peningkatan produk pangan khususnya padi di
masa mendatang akan menemui beberapa permasalahan pokok, di antaranya: (1)penyusutan
tanah, (2) pupuk yang mahal.
Catatan: Titik di bawah kata menunjukkan jatuhnya
pandangan mata. Garis bawah adalah jangkauan mata.
Contoh salah satu pola membaca (pola
vertikal):
Rumus Membaca Cepat:
A. Jumlah jawaban yang benar X 100%
= % pemahaman isi
bacaan
Jumlah soal
B. Jumlah
kata yang dibaca X 100% pemahaman isi bacaan = kecepatan membaca (kata per menit)
Jumlah tempuh baca (detik)
Contoh: Anda
berhasil membaca lebih kurang 600 kata dalam tempo 2 menit. Anda pun berhasil menjawab 3 pertanyaan isi bacaan
dengan benar dari 5 soal yang tersedia. Itu artinya
Persentase
pemahaman bacaan Anda: 5 X 100% =60%
3
Kecepatan
membaca Anda 600 X 60 = 300 kpm
60X2
TUGAS
A.
Kuis
Guru
menyiapkan tes perintah (soal sebanyak 10 nomor) waktu yang harus diselesaikan
3 menit! Bila sudah selesai dikerjakan dimohon tenang,biarkan teman anda sibuk
sendiri,jangan diganggu dan jangan
diberitahu apapun yang Anda paham!
B.
Latihan di
kelas
1. Bacalah dengan cepat berita di bawah ini!
Kaum petani dan nelayan adalah
golongan paling rentang terkena dampak penipisan lapisan ozon. Peningkatan paparan sinar
ultraviolet akibat penipisan ozon memicu berbagai penyakit,khususnya bagi mereka yang
sering beraktivitas di luar ruangan.
Demikian terungkap dalam talk show
mengenai dampak penipisan ozon bagi kesaehatan dalam penganugerahan Ozone Award
yang diadakan kementerian Negara Lingkungan Hidup di Jakarta, Rabu (26/3)
sebagai pembicara, Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang
Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan
Pengendalian Kerusakan Lingkungan
Masnellyarti Hilman, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Nila F.Moeloek, dan
dokter spesialis kulit dan kelamin Laksmi Anggari Duarsa.
Nila dan Laksmi mengakui, hingga
saat ini belum ada penelitian di dua bidang yang mengaitkan dengan indeks
kondisi ozon suatu wilayah. Gangguan pada mata dan kulit terkait langsung
dengan paparan sinar ultraviolet dalam jumlah berlebihan.“Petani dan nelayan
merupakan kelompok rentan karena aktivitasnya di luar ruangan dalam waktu lama
dan frekuensi tinggi”. Kata Nila. Salah satu dampak ke mata adalah katarak dan
tertutupnya bagian kornea mata (pterygium). Tanpa penanganan dini bisa terjadi
kefatalan, yaitu kanker kulit.
Kedua dokter mengungkapkan
beberapa langkah mengurangi risiko,yaitu menghindari paparan langsung sinar
matahari antara pukul 11.00-16.00, atau menggunakan topi,pakaian,serta tabir
surya pelindung kulit.
(Sumber: Kompas,27 Maret 2008)
a.
Apa
yang diungkapkan dalam berita di atas?
b.
Mengapa
petani dan nelayan yang rentan akan dampak penipisan ozon?
c. Siapa narasumber berita di atas?
d.
Di mana dan kapan acara talk show
terseb
e.
Bagaimana
cara mengurangi risiko dampak penipisan ozon?
II. Setelah Anda mengetahui persentase
pemahaman terhadap isi bacaan, hitunglah kecepatan membaca Anda dengan menggunakan rumus
kecepatan membaca cepat!
Rumus: Jumlah
kata yang dibaca X 60 = Jumlah kpm (kata permenit)
Jumlah detik untuk membaca
Mendengarkan
9. Memahami pendapat dan informasi dari
berbagai sumber dalam diskusi atau seminar.
KOMPETENSI DASAR
9.1
Merangkum isi pembicaraan dalam suatu diskusi atau seminar.
9.2 Mengomentari pendapat seseorang
dalam suatu diskusi atau seminar
INDIKATOR
·
Mencatat
pokok-pokok pembicaraan dalam diskusi.
·
Merangkum
seluruh isi pembicaraan ke dalam beberapa
kalimat.
·
Menanggapi
rangkuman yang dibuat teman.
·
Mengajukan
pertanyaan.
·
Menanggapi
pembicaraan dalam bentuk kritikan atau dukungan.
- Menambahkan alasan yang dapat memperkuat tanggapan.
MATERI
PEMBELAJARAN
MENDENGARKAN INFORMASI DARI
BERBAGAI SUMBER DALAM DISKUSI ATAU SEMINAR DAN MERANGKUM PEMBICARAAN DALAM DISKUSI
Seminar=> pertemuan atau persidangan untuk membahas
suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang.
Diskusi=> bentuk komunikasi dua arah untuk bertukar
pikiran dalam rangka memecahkan suatu masalah
yang menyangkut kepentingan bersama.
Diskusi Kelompok=> penyelesaian masalah dengan melibatkan
kelompok-kelompok kecil.
Adapun langkah-langkah
pelaksanaan seminar,adalah:
1. Pimpinan
menjelaskan maksud,tujuan,dan tema seminar;
2. Pimpinan
mengenalkan pemakalah (nama,bidang pekerjaan yang digulutinya,riwayat
pendidikan,pengalaman yang patut untuk disampaikan,serta keluarga,dsb).
3. Pemakalah
menyampaikan bahan diskusi (makalah);
4. Peserta
memberikan tanggapan terhadap masalah yang disampaikan pemakalah;
5. Tim perumus
menyampaikan hasil seminar berupa saran,usul, dan rekomendasi;
6. Pimpinan
menutup seminar.
Sebagai
pedoman Anda ketika memberi tanggapan,cermatilah penjelasan singkat berikut!
1.
Ketika
mengajukan pertanyaan,hendaklah mengacu
pada topik permasalahan
diskusi.
Pertanyaan
harus singkat, dan jelas sesuai dengan
keperluan masalah. Hindari pertanyaan berbelit-belit, dan setiap pertanyaan, sanggahan,pendapat
harus melalui izin moderator.
Contoh: “Saudara moderator.apa yang disampaikan oleh kelompok satu tadi tentang
upaya pelestarian tanaman obat jenis
bumbu dapur itu sangat bagus. Yang saya tanyakan adalah, apakah tanaman
lengkuas juga dapat subur ditanam di pot dan bagaimana cara menanamnya? Sekian
pertanyaan saya, terima kasih”.
2. Ketika
mengemukakan tanggapan berupa kritik,hendaklah
mengacu pada permasalahan.
3. Anda dapat
memberikan saran atau solusi terhadap masalah secara bijaksana, santun, dan
tidak menyinggung pemakalah. Untuk itu,
tanggapan lebih baik didahului dengan kalimat: “Maaf Saudara moderator, saya kurang sependapat/kurang setuju/agak
keberatan dengan”.
4. Ketika
memberikan dukungan atas tanggapan
seseorang, hendaklah jangan berlebihan Untuk itu, gunakan kalimat: Saya mendukung pendapat…/Saya sependapat
dengan…/Saya setuju dengan…
5. Ketika
memberikan tambahan saran, pendapat,
atau penjelasan yang dikemukakan
seseorang,hendaklah berhubungan
dengan yang sudah dikemukakan dan
jangan meralat, atau membuyarkan
pernyataan yang telah dikemukakan
orang sebelumnya. Untuk itu, gunakan kalimat: Saya menambahkan sedikit pendapat…/melengkapi pendapat…
6.
Ketika
menyimpulkan hasil diskusi, Sebaiknya Anda susun secara singkat,lengkap, dan
jelas berdasarkan hasil pembahasan masalah.
Perbedaan
rangkuman,ringkasan,intisari,ikhtisar,abstrak,dan sinopsis sbb:
NO NAMA
BENTUK BENTUK URUTAN KET
POIN
PARAGRAF PENYAJIAN
1. Rangkuman X X - -
= tidak ada
2. Ringkasan - X X X = ada
3.
Intisari - - X
4.
Ikhtisar
- X -
5.
Abstrak - X -
6.
Sinopsis - X
Merangkum
hasil diskusi berarti mencatat secara ringkas berbagai pendapat peserta menjadi
satukesatuan pemikiran.Silang pendapat dan baragam pandangan yang muncul selama
diskusi,kemudian dipadukan menjadi sebuah catatan yang mudah dipahami.
Untuk
menghasilkan rangkuman harus memiliki kecermatan dalam mengikuti jalannya
diskusi dari awal hingga akhir. Kita harus mempunyai ketelatenan dalam mencatat
gagasan-gagasan pokok
dan
menyusunnya kembali.
Tentu
saja tidak perlu semua pembicaraan dalam diskusi itu kita tuliskan.Berikut adalah kriteria gagasan-gagasan dalam diskusi
yang penting untuk dicatat dalam rangkuman, yaitu:
1.
gagasan
itu merupakan pokok atau fokus pembicaraan dalam diskusi tersebut.
2.
gagasan
itu mengemukakan solusi pada masalah yang didiskusikan.
3.
gagasan
itu menyangkut kepentingan banyak peserta.
TUGAS
A. Latihan Seminar di Kelas
Aturlah
pelaksanaan acara seminar di kelas! Tunjuklah siapa yang akan jadi moderator,notulis,pemakalah,dan yang
bertindak sebagai peserta! Pemakalah harus menguasai bahan yang akan dipresentasikan!Model
pelaksanaan seminar akan diundi siapa yang dapat
moderator,penyaji,notulis,peserta dengan cara menggunakan angka 1-4 misalnya:
yang dapat nomor 1 berarti menjadi moderator,dst.
1. Gunakan
makalah berikut sebagai bahan yang akan diseminarkan!
Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat dan Obat Tradisional
Oleh:
Katno & S. Pramono, Fakultas
Farmasi,UGM
Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu
I. ABSTRAK
Penggunaan
bahan alam,baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat. Penyebabnya karena ada
isu back to nature serta
krisis berkepanjangan yang mengakibatkan daya beli masyarakat turun. Banyak
orang beranggapan Pengggunaan bahan alam, baik sebagai obat maupun tujuan lain bahwa
penggunaaan tanaman obat atau obat tradisional relatif lebih aman dibandingkan
obat sintesis. Walaupun demikian, bukan berarti tanaman obat atau obat
tradisional tidak memiliki efek samping yang merugikan, bila penggunaannya
kurang tepat. Agar penggunaannya optimal, masyarakat perlu mengetahui informasi
yang memadai tentang kelebihan dan kelemahan serta kemungkinan penyalahgunaan
obat tardisional dan tanaman obat. Dengan informasi yang cukup, masyarakat
diharapkan lebih cermat untuk memilih dan menggunakan suatu produk obat
tradisional atau tumbuhan obat.
II. PENDAHULUAN
Setiap manusia pasti
mendambakan hidup sehat. Hanya dengan kondisi
kesehatan yang baik serta tubuh
yang prima, manusia dapat melaksanakan proses kehidupan untuk tumbuh dan
berkembang menjalanakan segala aktivitas hidup. Bertolak dari hal itu,upaya
kesehatan terpadu (sehat rohani,jasmani,dan sosial) mutlak diperlukan untuk
mewujudkan Indonesia sehat 2010. Keterpaduan upaya kesehatan tersebut meliputi
pencegahan penyakit (preventif) ,penyembuhan (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif),
dan peningkatan kesehatan (promotif). Berbagai cara bisa dilakukan dalam rangka
memperolehderajat kesehatan yang optimal. Salah satu cara adalah memanfaatkan
tanaman obat yang dikemas
dalam
bentuk jamu atau obat tradisional. Obat tradisional adalah obat jadi atau
ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan,hewan, mineral,sediaan
galenik,atau campuran bahan-bahan tersebut secara tradisional telah digunakan
untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Pada kenyataannya, bahan obat alam
yang berasal dari tumbuhan porsinya lebih besar dibandingkan yang berasal dari
hewan atau mineral. Oleh karena itu,sebutan obat tradisional (OT) hampir selalu identik dengan tanaman obat (TO)
karena sebagian besar OT berasal dari TO.
III. PEMBAHASAN
A. Efek Samping Tanaman Obat atau Obat Tradisional
Definisi
obat tradisional yang telah direkomendasikan Depkes,”…yang secara tradisional digunakan untuk pengobatan
berdasarkan pengalaman’. Pada kata secara
tradisional tersirat makna bahwa
jenis bahan,cara menyiapkan,takaran,serta waktu dan cara penggunaan harus
sesuai dengan warisan turun-temurun sejak nenek moyang. Akan tetapi,
penyimpangan terhadap salah satu aspek dapat menyebabkan ramuan OT yang asalnya
aman menjadi tidak aman atau berbahaya bagi kesehatan. Padahal jika
diperhatikan, sering perkembangan zaman, banyak sekali hal-hal tradisional yang
telah bergeser mengalami penyempurnaan agar lebih mudah dikerjakan ulang oleh
siapapun. Misalnya, peralatan untuk merebus jamu, pada zaman dahulu masih
menggunakan kuali dari tanah liat,sekarang sudah beralih ke panci dari
aluminium. Contoh lain yaitu, alat untuk menumbuh sudah menggunakan alat-alat
dari logam dan tidak lagi menggunakan alu dari kayu atau batu.Di samping itu,
perlu disadari pula bahwa memang ada
bahan ramuan OT yang baru diketahui berbahaya,setelah melewati beragam penelitian. Secara taksilogi, bahan yang
berbahaya adalah suatu bahan,baik alami atau sintesis, organik maupun anorganik,yang
karena komposisinya dalam keadaan, jumlah, dosis, dan bentuk tertentu dapat
mempengaruhi fungsi organ tubuh manusia atau hewan sehingga mengganggu
kesehatan, baik sementara, tetap, atau sampai menyebabkan kematian. Sebagai
contoh, bahan yang aman dalam dosis kecil kemungkinan dapat berbahaya atau
toksis jika digunakan dalam dosis besar dan atau waktu lama. Jadi tidak benar,
bila dikatakan OT/TO tidak memiliki efek samping. Sekecil apapun efek samping
tersebut tetap ada. Ada beberapa contoh
, antara lain merica (piperis sp)
pada satu sisi baik untuk diabetes , tetapi merica juga berefek menaikkan tekanan darah ;sehingga bagi
penderita diabet sekaligus hipertensi dianjurkan tidak memasukkan merica dalam
ramuan jamu /OT yang dikonsumsi. Kencur (kaempferia
galangan) memang bermanfaat menekan batuk,tetapi juga berdampak
meningkatkan tekanan darah sehingga bagi penderita hipertensi sebaiknya tidak
dianjurkan minum beras kencur. Demikian juga dengan brotowali (tinospora sp) yang dinyatakan memiliki
efek samping dapat mengganggu kehamilan
dan menghambat pertumbuhan plasenta. Walaupun demikian,efek samping TO/OT tentu
tidak bisa disamakan dengan efek samping
obat modern. Dalam TO terdapat suatu mekanisme yang disebut-sebut
sebagai penangkal atau dapat menetralkan efek samping tersebut,yang dikenal
dengan SEES (Side Effect Eleminating
Subtanted). Sebagai contoh, di dalam kunyit terdapat senyawa yang
merugikan tubuh, tetapi di dalam kunyit ada
zat anti untuk menekan dampak negatif
tersebut. Contoh lainnya yaitu, dalam perasan
air tebu terdapat senyawa diabetes (kencing manis)bisa mengonsumsi air perasan
tebu, tetapi dilarang minum gula walaupun gula merupakan hasil pemurnian dari
tebu Sacchaarant yang ternyata berfungsi sebagai antidiabetes. Oleh karena itu,penderita
.
C. Penyalahgunaan
Obat Tradisional /Tanaman Obat
Sebagaimana halnya obat-obat sintesis,OT/TO pun
seringkali disalahdigunakan oleh oknum
tertentu. Kasus penyalahgunaan yang sering terjadi adalah jamu terlambat bulan
dengan jamu pegal linu untuk abortus. Kasus yang lebih luas lagi adalah
penyalahgunaan dalam proses produksi dengan cara menambahkan zat kimia
tertentu/obat keras untuk mempercepat dan mempertajam khasiat sehingga
dikatakan jamunya ‘lebih manjur, mujarab,ces-pleng’,dll. Adapun obat keras yang
sering ditambahkan pada OT, antara lain,
fenilbutazon,antalgin,deksametason, (untuk jamu pegal linu),
parasetamol,CTM,coffein (untuk jamu masuk angin dan sejenisnya), teofilin,
prednison (untuk sesak nafas),furosemid (untuk pelangsing) ,dsb. Padahal
zat-zat kimia tersebut bisa menimbulkan dampak negatif yang membahayakan
kesehatan. Sebagai contoh,fenilbutazon
dapat menyebabkan pendarahan lambung dan merusak hati, antalgin, dan prednison ginjal.
III. PENUTUP
Dari
uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa OT/TO dapat bermanfaat untuk.meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat bila digunakan secara tepat. Ketepatan itu
menyangkut tepat dosis,cara dan waktu penggunaan,serta pemilihan bahan ramuan yang
sesuai dengan indikasi penggunaannya. Sebaliknya, OT/TO pun dapat berbahaya
bagi kesehatan bila kurang tepat penggunaannya (baik cara membuat, takaran,
waktu, maupun pemelihan bahan ramuan) atau memang sengaja disalahgunakan. Oleh
karena itu, masyarakat perlu mendapat informasi yang lengkap tentang TO/OT
untuk menghindari hal-hal yang merugikan kesehatan.
KEPUSTAKAAN
Kompas,
November 2001.Jamu Campur Obat Keras
Dicabut Registrasinya
TUGAS
A. TUGAS DI KELAS
1.Sebagai
peserta seminar,ajukanlah pertanyaan singkat sesuai permasalahan yang telah
dibahas pemakalah! Masing-masing peserta mengajukan satu pertanyaan!
………………………………………………………………………………………………………………………………………
2.Sebagai
peserta seminar, Anda pun dapat memberi tanggapan, baik kritik atau dukungan. Berikan pendapat Anda terhadap makalah yang
telah dipresentasekan! Pendapat Anda harus disertai alasan yang kuat!
…………………………………………………………………………………………………………………………………
3. Sebagai
ketua/moderator,Coba Anda simpulkan hasil seminar tersebut. Begitupula dengan
peserta seminar simpulkan hasil seminar tersebut!
....................................................................................................................................................................................
B. Tugas di Rumah
Nontonlah Talk
Show di Tv Metro atau TV One.
Setelah menonton tulislah laporannya!
Tema Talk Show
............................................................................................................................................................
Tempat
& Waktu
..............................................................................................................................................
Moderator
..............................................................................................................................................
Pembicara 1
...............................................................................................................................................
Pembicara 2
..............................................................................................................................................
Pembicara 3
................................................................................................................................................
Isi
Seminar
..................................................................................................................................................................................
Kesimpulan :
A. Pembicara 1
............................................................................................................................................................
B. Pembicara 2
............................................................................................................................................................
C.
Pembicara 3
...........................................................................................................................................................
Rangkuman Pembicaraan
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Menulis
16. Menulis naskah drama.
KOMPETENSI DASAR
16.1 MendeskripsIkan perilaku manusia melalui
dialog naskah drama.
16.2 Menarasikan pengalaman manusia dalam bentuk
adegan dan latar pada naskah drama.
INDIKATOR
1. Menulis
teks drama dengan menggunakan bahasa yang sesuai untuk:
·
mendeskripsikan
perilaku manusia melalui dialog.
·
menghidupkan
konflik.
·
memunculkan
penampilan.
·
memunculkan
kelogisan cerita.
2. Menuliskan
pengalaman sendiri yang menarik.
3. Menarasikan
pengalaman sendiri dalam bentuk adegan drama.
4. Menghadirkan
latar yang mendukung adegan.
MATERI
PEMBELAJARAN
MENULIS NASKAH
DRAMA BERDASARKAN PENGALAMAN
Menulis
naskah drama tidak sama dengan menulis karya sastra berbentuk cerpen atau
puisi. Penulis drama perlu mempertimbangkan bagaimana naskah yang disusun dapat
dipertunjukkan atau dipentaskan di atas panggung. Oleh sebab itu,penulis naskah
drama harus mempunyai visualisasi panggung untuk naskah yang ditulisnya.
Hal
lain yang perlu diperhatikan oleh penulis adalah penyusunan dialog. Dialog harus dapat
mendeskripsikan watak tokoh, membantu memaparkan jalan cerita dengan berbagai
peristiwa dan konflik (konflik merupakan keharusan yang dimunculkan dalam
naskah drama dengan tahapan-tahapannya,yaitu awal konflik, puncak, dan
penyelesaian). Tuturan dialog antartokoh pun
harus memiliki hubungan utuh antara satu adegan dengan adegan lain.
Dialog juga dapat menghidupkan peran pemain. Oleh karena itu,dialog yang disusun dalam naskah
adakalanya diberi penjelasan yang dituliskan dalam kurung. Misalnya, penjelasan
petunjuk gerak untuk mengekspresikan perilaku tokoh,penjelasan mimik untuk
menggambarkan watak tokoh, penjelasan suasana hati untuk menggambarkan perasaan
tokoh sampai kepada penggambaran tokoh protagonis
(pemeran tokoh utama), antagonis
(penentang tokoh utama),atau tirtagonis (tokoh
penengah).
Menulis
teks drama dapat Anda lakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yakni dengan
cara mengadaptasinya dari cerita pengalaman yang pernah Anda atau orang lain alami. Adapun langkah-langkah
yang dapat Anda lakukan dalam menyusun naskah drama tersebut yaitu:
1. Tulislah dahulu cerita pengalaman yang telah
Anda alami ke dalam bentuk cerpen.
2. Datalah setiap adegan tokoh,deskripsi latar,
dan dialog dalam cerita pengalaman tersebut .
3. Ubahlah setiap narasi dialog dalam teks
cerita ke dalam dialog drama. Untuk mengubahnya, Anda harus mengubah
kalimat-kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung.
Contoh:
Teks cerita pengalaman:
“ Hoi Jar,
jang an ngelamun terus! Ibu yang di situ tuh!”.Kata Eka sambil menunjuk
seorang Ibu. Lalu,aku menghampiri ibu itu.
“ Siang Bu,
mau dipotong model apa?” sapaku kepada ibu itu.
“ Terserah
deh, Mas,pokoknya jangan terlalu pendek ya!” jawabnya.
Teks
drama:
Eka :
Hoi Jar, jangan ngelamun
terus! Ibu yang di situ tuh!
(Tedi pun menghampiri ibu itu).
Tedi :
Siang Bu, mau dipotong model apa?
Ibu :
Terserah deh, Mas, pokoknya jangan terlalu pendek ya!
4. Narasi tentang deskripsi latar dalam teks
cerita dapat Anda kutip secara langsung
ke dalam
Teks
drama. Anda hanya perlu membubuhkan
tanda kurung kurung buka tutup ( (.....) ) untuk membedakan dialog dan
deskripsi latar.
Contoh:
Teks cerita pendek:
Jarum jam
sudah menunjukkan pukul sepuluh, Tedi segera mengunci pintu dan menutup
jendela. Udara malamyang dingin mengantarnya ke tempat tidur. Mata Tedi belum
juga terpejam walaupun ia sudah meletakkan kepalanya ke bantal.
Teks drama:
(Jarum jam
sudah menunjukkan pukul sepuluh, Tedi segera mengunci pintu dan menutup
jendela. Udara malam yang dingin mengantarnya ke tempat tidur. Mata Tedi belum
juga terpejam walaupun ia sudah meletakakkan kepalanya ke bantal).
4.Jika
perlu, tambahkan pula deskripsi-narasi proses pementasannya. Seperti: Pada saat layar
Dibuka,panggung menggambarkan suasana kamar yang berantakan. Cahaya
lampu menyorot sebuah meja kayu yang
penuh dengan debu. Atau setelah para tokoh memasuki pintu belakang panggung,
layar pun tertutupmenandakan pementasan telah selesai.
Contoh teks drama berdasarkan pengalaman:
INGIN JADI
PELAUT
Karya:
Nurmin,S.Pd.
Sutradara:
Nurmin,S.Pd.
Narator: Haerudin
Para Pelaku:
Sulisman
sebagai
Pak Sam
Ahmad Ati sebagai
Pak Rian
Kamaria sebagai
Ibu
Muslani sebagai
Calon Taruna
Rusmal sebagai Bapak Tua
Dahlan
sebagai Anak
(Calon Taruna)
Hasan
Impi sebagai Sang Buta (Calon Taruna)
Zainuddin
sebagai Pejabat
Pemerintahan
Latar
Ruangan yang menggambarkan suasana
tempat pendaftaran calon taruna. Pak Sam telah berada di ruangan tersebut
sambil merapikan kursi dan meja serta menyimpan map-map dengan rapi di atas
meja. Dan masuklah Pak Rian dengan memegang meter.
Pak
Rian : (Masuk mendekati Pak Sam)
Bapak sudah lama tiba,ya!
Pak Sam : (Menulis) sudah sejam yang lalu
(melihat ke arah Pak Rian)belum ada yang
mendaftar,apa
Mereka
tidak senang ya menjadi pelaut (berpikir).
Pak Rian : Tunggu
saja sebentar (melihat keluar) Itu, ada yang datang sang ibu bersama anaknya.
(Masuklah
ibu bersama anaknya yang sangat tinggi. Sang Ibu memakai sarung dan baju kebaya serta selendang yang dililitkan di leher. Sedangkan sang anak memakai levis
dan baju kaos)
Ibu : Assalamu alaikum.
(Pak Sam
dan Pak Rian menjawab serempak): Waalaikum salam.
Ibu : Saya ingin daftarkan anakku di sini,ia ingin
jadi pelaut.
Pak
Rian : Oh,ini cocok! (mengelilingi calon
taruna tersebut) Soalnya tingginya sudah memenuhi syarat (mengukur calon calon taruna dengan
motor).
Pak
Sam : Kalau sudah memenuhi syarat , kita tulis saja
namanya. Siapa namamu? (melihat ke arah
calon taruna ,memegang folpen).
Calon
Taruna : Namaku La Kapten.
Pak
Rian : Ah! (heran) itu kan nama gelar pelaut.
Ibu : Kuberikan nama La Kapten agar besok lusa bisa menjadi seorang pelaut yang handal.
Pak
Sam : Sudah ditulis nama anak ibu, ibu bisa
pulang,minggu depan tes kesehatan.
(Kemudian
Ibu dan anak itu pulang,tapi dompet ibu itu jatuh,ibu itu tidak sadar dompetnya
jatuh).
Pak
Rian : Ibu,ibu dompetnya jatuh (ia berlari tapi ibu
itu tidak mendengar berjalan terus).
Pak
Sam : Sudahlah paling juga akan datang mencari
dompetnya di sini.
(Kemudian
masuk lagi bapak dan anak. Bapaknya sudah tua, sang anak pendek, dan sudah
memakai pakaian
Seragam
pelaut lengkap dengan baretnya).
Bapak
Tua :
(Masuk dengan memegang tongkat) Apa di sini tempat mendaftar jadi
pelaut?
Pak
Sam : Iya, siapa yang mendaftar pa?.
Bapak
Tua :
Anak saya (mencari anaknya) Mana anakku tadi,tadi dia ikut,mana dia,ya!
Siar di mana kau?
Siar : (Masuk) Ini saya,Pa (sambil berlari).
Bapak
Tua : Ini anakku,Pa! (memegang tangan anaknya).
Pak
Rian : (Mendekati bapak tersebut) Pa, di sini kami
menerima seorang pelaut dengan tinggi rata-rata 150 cm, anak bapak tidak
memenuhi syarat.
Siar : Pa, aku ingin
masuk di sini jadi pelaut,lihat aku sudah pakai seragamnya (melihat
pakaiannya)
Bapak
Tua : Iya, anak saya ini sangat besar sekali
harapannya masuk di sini jadi pelaut,pakaiannya saja sudah saya belikan.
Siar : Iya, pa, harganya mahal dan untuk membeli
pakaian,Ayah saya menjual tanah.
Pak
Sam Kami tidak tau itu,yang kami tau, kami tidak
bisa terima karena dia pendek. Bagaimana nanti dia bawa kapal?
Pak
Rian : Iya,salah bapak sendiri, tidak mau
bertanya dulu ke sini,apa diterima atau tidak,jangan langsung belikan baju.
Bapak
Tua : Bapak tidak tau,bahwa kami
ini keluarga pejabat pemerintahan,nanti akan kulaporkan bapak berdua supaya
dipecat (menarik tangan anaknya untuk pulang tetapi sang anak tidak mau).
Siar : Aku tidak mau pulang,pa!
sebelum diterima (sedih).
Bapak
Tua : Ayo, kita pulang (menarik
tangan anaknya,Siar hanya duduk tidak mau berdiri, Siar ditarik-tarik tapi,
sang anak bertahan,akhirnya bapak tua itu mengambil tongkatnya dan dipukulkan
kepada anaknya). Kalau kamu tidak pulang, saya pukul (memukul anaknya)
Siar : (ia meringis kesakitan).
Sakit pa, sakit pa,baiklah pa aku pulang
tapi jangan pukul aku (siar berlari pulang meninggalkan ayahnya sendiri,sang
ayah mengikuti dari belakang).
(Kemudian
masuk seorang buta memakai pakaian seragam lengkap dengan baretnya,memakai kacamata
hitam dan mmegang tongkat berjalan sambil meraba-raba).
Sang
Buta : Apa di sini tempat mendaftar jadi pelaut?
Pak
Rian : Iya, siapa yang akan mendaftar?
Sang
Buta : Saya sendiri.
Pak
Sam : Apa kamu buta?
Sang
Buta : Saya tidak buta, saya bisa melihat (membuka
kacamatanya).
Pak
Rian : (Menggoyang-gyangkan tangannnya, di depan
mata sang buta,sang buta tak berkedip).
Kenapa kamu
jalan meraba-raba?
Sang
Buta : Lihatlah baik-baik Pa, lihat bola mataku
(kedua guru tersebut melihat bola matanya). Bagaimana Pa, ada pelangi di bola
mataku kan!
(Kedua
guru tersebut menganggunk-angguk)
Pak
Sam : Coba
kamu jalan tanpa tongkat (mengambil tongkat dan kacamatanya. Pak Sam memanggil
Pak Rian untuk berdiri di depan dengan isyarat,kemudian menyuruh sang buta
jalan, namun belum lama berjalan ia menabrak Pak Rian).
Pak
Rian : Jelas,bahwa kamu memang buta, orang di
depanmu saja kamu tabrak walaupun matamu
melihat.
Sang
Buta : Memang, aku buta, sejak kecil aku
bercita-cita ingin jadi kapten,sebenarnya mataku dulu normal. Namun karena
pe3nyakit yang menyerangku membuat kubegini (menunduk sedih).
(Pak
Sam menghampiri sang buta memberikan tongkatnya dan memasangkan kacamatanya).
(Masuk
sang Ibu bersama anaknya).
Ibu : Apa bapak liat dompet saya?
Pak
Rian : Ini Bu, (memberikan dompet) tadi jatuh,kami
panggil-panggil tapi ibu tidak dengar.
(Masuklah
sang Bapak Tua bersama s3eorang yang memakai jas lengkap dengan dasinya. Di
belakang bapak tersebut menyusul Siar
,masih memakai pakaian seragam pelaut. Kedua bapak guru tersebut menjemput
bapak bapak pejabat tersebut dan menundukkan kepala serempak mengucap salam).
Pak Rian
dan Pak Sam : Selamat siang, Pa! (menundukkan kepala).
Bapak
Pejabat : Siang juga (dengan wajah sinis) Tolong,
terima anak ini (memegang pundak sang anak) kebesaran hatinya ingin masuk di
sini menjadi seorang pelaut,jangan kuburkankeinginan dan semangatnya menjadi
seorang pelaut.
Pak
Rian dan Pak Sam : Iya, Pa! (sambil
menunduk)
Bapak
Pejabat : Oke, saya masih
banyak urusan di kantor,Ayo, kita
pulang!
(Mereka
pulang satu persatu secara teratur).
TUGAS
A. Tugas Individu di Kelas
1.
Tulislah
sebuah pengalaman yang tidak akan pernah Anda
lupakan dalam tiga paragraf saja! Munculkan tokoh ,latar, dan dialog-dialog
yang menarik!
2.
Ubahlah cerita yang telah Anda tulis dalam bentuk
adegan drama satu babak! Ingat-ingatlah bagaimana cara menulis naskah drama!
B. Tugas Kelompok di Rumah
Secara
berkelompok, tulislah teks drama satu babak di kertas HVS dan diketik!
Sebelumnya tetapkan tema, tokoh dan penokohan, serta konflik, dan latar drama!
Teks drama tersebut diharapkan mampu: a. mendeskripsikan perilaku manusia
melalui dialog; b. menghidupkan
konflik; c. memunculkan penampilan
(performance); d. menunjukkan kelogisan cerita.
STANDAR
KOMPETENSI
Membaca
11. Memahami
ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif.
KOMPETENSI
DASAR
11.2 Membedakan
fakta dan opini pada editorial dengan membaca intensif.
INDIKATOR
·
Menemukan
fakta dan opini penulis tajuk rencana atau editorial.
·
Membedakan
fakta dan opini.
·
Mengungkapkan
isi tajuk rencana atau editorial.
MATERI PEMBELAJARAN
MEMBACA
TAJUK RENCANA DAN MENEMUKAN FAKTA DAN OPINI
Tajuk rencana atau editorial => kolom khusus yang
terdapat di surat kabar. Tajuk rencana atau editorial mengungkapkan pendirian
pemimpin surat kabar atau majalah terhadap beberapa pokok masalah yang dianggap
paling penting atau masalah yang sedang hangat terjadi di masyarakat. Tajuk rencana atau editorial mengandung fakta dan opini penulis.
Fakta=> hal yang
merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada terjadi dan ada buktinya. Misalnya ada benda,orang,
waktu,tempat, peristiwanya, jumlahnya atau dapat menjawab pertanyaan dengan
kata tanya: apa, siapa, kapan, di mana,
berapa.
Contoh:
Masa
orientasi siswa (MOS) baru MAN Bau-Bau dilaksanakan mulai tanggal s.d 16 Juli
2007 di Aula MAN Bau-Bau sebanyak 190 peserta.
Contoh tersebut di atas dapat menjawab pertanyaan:
Apa :
MOS
Siapa : siswa
baru MAN Bau-Bau
Kapan
: tanggal 14 s.d 16 Juli 2007
Di mana
: Aula MAN Bau-Bau
Berapa : 190
peserta
Opini => pendapat,
pikiran, atau pendirian seseorang terhadap sesuatu hal atau seseorang. Atau
dapat menjawab pertanyaan bagaimana.
Contoh: Puisi yang
disampaikan Irma sangat memukau penonton pada acara “Ramah Tamah HUT RI ke-67”.
Contoh
tersebut menjawab pertanyaan:
Bagaimana puisi yang dibawakan Irma ?sangat
memukau penonton.
TAJUK RENCANA
KENAIKAN
BBM
Tak
lama setelah BBM naik, 38 juta rakyat miskin seharusnya sudah tidak dipusingkan
lagi dengan biaya kesehatan dan pendidikan. Kepastian itu pun datang.
Pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata sebesar 29%. Kenaikan harga BBM itu
memang tidak populer, dan merupakan pil pahit bagi masyarakat. Buktinya,aksi
demo menentang kebijakan ini marak di mana-mana di seluruh tanah air,
Pemerintah
beralasan,jika tidak dinaikkan,beban subsidi BBM akan terlalu besar untuk tahun
ini, sekitar Rp 61 triliun. Dengan kenaikkan ini,bukan bararti subsidi
hilang,tetapi jumlahnya menurun menjadi sekitar Rp 31 triliun. Kita pernah
mencita-citakan hilangnya subsidi BBM pada akhir 2004. Namun, kenaikan harga
minyak dunia yang terus-menerus,menyebabkan subsidi terus membengkak. Kondisi
ekonomi dunia yang tidak pasti menyebabkan kita tidak bisa mengira-ngira kapan
kita bisa hapus subsidi.
Subssidi
tidak terlalu jelek. Subsidi yang kita inginkan adalah subsidi harga (price subsidy) BBM sebab penikmat terbesar subsidi adalah golongan
berpunya. Subsidi harga BBM ini hanya dinikmati 7% dari 38 juta penduduk
miskin. Subsidi yang seharusnya subsidi langsung (direct subsidy) kepada
rakyat dalam bentuk program-program terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup,
seperti kesehatan dan pendidikan.
Oleh
karena itu, kenaikan BBM kali ini hendsaknya jangan dipandang sebagai sebuah
pencabutan subsidi, tetatpi sebagai pengalihan subsidi , dari subsidi harga ke
subsidi langsung. Jika sekarang
masyarakat bergejolak, itu karena masyarakat terus dininabobokan oleh BBM yang
murah,ketika barang dan jasa lainnya terus melambung.
Bagaimanapun juga,aksi-aksi
demonstrasi mahasiswa tidak perlu dipandang
sebagai antikenaikan BBM. Mahasiswa adalah hati nurani rakyat. Mereka
hidup bersama rakyat. Mereka adalah pihak pertama yang menangkap kegetiran
rakyat. Jika, menilik masih adanya
subsidi sebesar Rp31 triliun, ini merupakan
isyarat bahwa kenaikan BBM yang sekarang bukan untuk teraklhir kalinya. Jika,
kita masih menjadi net importer minyak,
setiap kenaikan harga minyak dunia tidak akan menjadi rezeki nomplok (windfall profit). Pmerintah terus
dihadapkan dengan keharusan menaikkan harga. Kenaikan harga minyak dunia akan
selalu menjadi keuntungan pendek (shortfall
profit) yang harus disalurkan lagi untuk subsidi.
Selagi investasi di sektor migas
belum tumbuh,status net importer akan
terus melekat. Selama itu pula, politik menaikkan BBM akan terus berulang-ulang
dan menjadi persoalan rutin yang tidak pernah terselesaikan. Cara menyelesaikan
adalah meyakinkan rakyat bahwa kenaikan BBM ini bukanlah pencabutan subsidi
untuk rakyat, tetapi sebuah pengalihan subsidi.
( Sumber:www. pikiran rakyat)
TUGAS
A.
Tugas di Kelas
1.
Tuliskan pendapat/opini penulis dalam tajuk rencana tersebut! Satu
kalimat opini!
2. Tuliskan fakta yang terdapat dalam
tajuk rencana tersebut! Satu kalimat fakta!
3. Simpulkan isi tajuk rencana tersebut!
B. Tugas
di Rumah
Carilah
Tajuk Rencana atau Editorial di majalah atau surat kabar.Kemudian guntinglah
tajuk tersebut lalu ditempel di kertas
HVS atau difotokopi kemudian ditempel di kertas HVS, setelah itu tentukan satu
pendapat/opini dan satu fakta serta kesimpulan tajuk atau editorial tersebut!Kegiatan
ini secara kelompok sebanyak 10-12 orang, masing-masing anggota satu kelompok
mencari tajuk atau editorial kemudian dijilid.
STANDAR KOMPETENSI
Menulis
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk
rangkuman/ringksan, notulen rapat, dan karya
ilmiah.
KOMPETENSI DASAR
12.3 Menulis karya ilmiah seperti hasil
pengamatan dan penelitian.
INDIKATOR
·
Mendaftarkan
hal-hal yang perlu ditulis, berdasarkan topik yang dipilih.
·
Menentukan
gagasan yang akan dikembangkan dalam karya tulis (berdasarkan pengamatan atau
penelitian.
·
Menyusun
kerangka karya tulis.
·
Menyunting
karya tulis sendiri atau karya teman.
MATERI PEMBELAJARAN
MENULIS KARYA
TULIS ILMIAH (PENELITIAN ATAU PENGAMATAN)
Karya tulis ilmiah =>karya yang
ditulis berdasarkan hasil penelitian atau pengamatan pada objek.
Sebuah karya tulis dapat
dikatakan ilmiah bila memenuhi
syarat-syarat,antara lain:
1. mempunyai suatu masalah berikut
pemecahannya;
2. masalah bersifat objektif;
3. isi tulisan lengkap dan dapat
dipertanggungjawabkan;
4. tulisan disusun dengan metode dan
sistem tertentu.
Karya tulis ilmiah mempunyai ciri-ciri
tertentu,yaitu:
1.
logis (masuk akal);
2.
sistematis (disusun dalam urutan yang menunjukkan adanya kesinambungan);
3.
objektif (menjelaskan apa adanya sesuai dengan bukti);
4.
tuntas (dikupas secara mendalam);
5.
seksama (cermat agar terhindar dari kekeliruan);
6.
kebenarannya dapat diuji;
7. jelas (dikemukakan dengan bahasa yang
mudah dimengerti);
8.
penyajiannya memperhatikan santun dan tata tulis yang lazim
Contoh-contoh karya tulis ilmiah:
1.laporan=>suatu
tulisan yang disusun oleh seseorang setelah melakukan percobaan,peminjaman,observasi,pembacaan
buku (referensi dsb).
2.Makalah =>tulisan
yang berisikan prasaran,pendapat yang turut membahas suatu pokok persoalan yang
akan dibacakan dalam rapat kerja,simposium,seminar, dan sejenisnya.
3.Skripsi => karya
ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian ataupun telaah pustaka sebagai
prasyarat untuk memperoleh gelar sarjana di jenjang perguruan tinggi dan
dipertahankan di depan sidang ujian,untuk memperoleh gelar SI (Strata Satu).
4. Tesis =>karya
ilmiah yang tarafnya lebih lebih mendalam dan lebih metodis daripada skripsi
untuk memperoleh gelar master (S2).
5. Disertasi =>karya tulis ilmiah untuk memenuhi salah satu
persyaratan mencapai gelar doktor (S3).
Sistematika karya tulis (makalah):
HALAMAN JUDUL
KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Rumusan Masalah
C. Tujuan penulisan
D.
Manfaat Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
A.….
B….
C.….dst
BAB III
PENUTUP
A.Simpulan
B.Saran
DAFTAR
PUSTAKA
Sistematika karya ilmiah yang lengkap,yaitu:
1. Halaman Judul
Biasanya ditulis: -simetris
-judul huruf kapital
-jenis
karangan ditulis kapital
-etiket karangan
ditulis dengan huruf kecil.
-kata oleh ditulis dengan huruf kecil
-nama penulis ditulis dengan huruf kapital
-tempat dan
tahun ditulis dengan huruf kapital
2. Halaman Motto
Boleh dicantumkan boleh tidak
3. Halaman Pengesahan
Demikian
pula cara penulisan halaman pengesahan,tidak ada yang tetap. Hal ini bergantung
dari buku acuan penulisan karya ilmiah.
4. Kata
Pengantar
Ditulis dengan huruf kapital (KATA PENGANTAR)
Hal-hal yang harus tercantum dalam kata
pengantar pada umumnya adalah:
-
ungkapan
puji syukur;
-
tujuan
penulisan
-
kesulitan
yang dihadapi;
-
ucapan
terima kasih kepada yang memberikan bantuan
-
bersedia
menerima saran dan kritik
-
harapan
yang diinginkan penulis.
5. Daftar
Isi
Ditulis dengan huruf kapital (DAFTAR
ISI)
6. Daftar
Tabel
Ditulis dengan huruf kapital (DAFTAR
TABEL)
7. Abstrak
Ditulis
dengan huruf kapital (ABSTRAK)
Jarak antara judul dan uraian adalah empat
spasi.Nomor halaman pada bagian 1-7
ini
ditulis dengan menggunakan angka Romawi kecil (i,ii,iii,…)
8. Bab
Pendahuluan
Terdiri atas beberapa bagian,yaitu:
a. latar
belakang masalah;
b. perumusan
masalah;
c. tujuan
penelitian;
d. metode
penelitian;
e. sistematika
penelitian;
f. hipotesis;
g. waktu dan
lokasi penelitian
9. Bab
Kerangka Teori
Berisikan
teori-teori yang dipakai dalam penelitian.
10. Bab
Metodologi Penelitian
Berisikan metode dan teknik penelitian
yang akan dipakai dalam penelitian ini.
11. Bab
Pembahasan Hasil Penelitian
Berisikan
pembahasan atau analisis dari data-data yang diperoleh di lapangan.
12. Bab
Penutup
Berisikan simpulan dari hasil
penelitian dan saran penulis mengenai penelitiannya.
13. Daftar
Pustaka
Berisikan sumber-sumber atau referensi berupa
buku,kutipan,tulisan yang dipakai sebagai kerangka teori.
14. Lampiran
Berisikan
hal-hal tambahan atau data-data tambahan penelitian yang perlu dicantumkan dan
riwayat hidup penulis. Nomor halaman
pada bagian 8-14 ini ditulis dengan menggunakan angka Romawi biasa (1,2,3,…).
Teknik
Penulisan Isi Karya Ilmiah:
1. Diketik di atas kertas kwarto dengan jarak
2 spasi,ukuran atas dan kiri 4cm,bawah dan kanan 3cm.
4cm 3cm
2.
Penyusunan
judul bab dan subjudul diberi nomor secara beraturan dankonsisten
Contoh:
BAB I
A.…
B.…
1…
2…
3.
Judul bab
ditulis dengan huruf kapital seluruhnya,sedangkan subbab dengan huruf kapital
pada awal katanya saja,kecuali pada kata tugas atau kata penghubung atau kata
depan menggunakan huruf kecil kecuali terletak di awal kalimat menggunakan
huruf kapital.
4.
Jarak dari
judul bab ke subjudul 4 spasi,sedangkan dari subjudul ke uraian atau paragraf
baru 2 spasi.
5.
Dari uraian
terakhir ke subbab diberi jarak 4 spasi.
6. Pengetikan nomor halaman pada setiap judul bab
diletakkan di bawah bagian tengah (sentral),sedangkan untuk halaman selanjutnya,nomor halaman
diletakkan di atas sebelah kanan.
Contoh halaman judul karya tulis ilmiah:
PEMBELAJARAN
MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF
DAN INDUKTIF DENGAN
STRATEGI MODELING
L
O
G
O
Karya Tulis
Ilmiah
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Lomba
Karya Tulis Ilmiah
Pada Tingkat Provinsi Sultra
Oleh:
N U R M I N, S.Pd.
NIP. 150363296
DEPARTEMEN AGAMA KOTA BAU-BAU
MAN BAU-BAU
BAU-BAU
2009
!
Contoh halaman kata pengantar:
![]() |
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena dengan izin-Nya jualah
sehingga karya ilmiah ini yang berjudul:”Pembelajaran
Menulis Paragraf Deduktif dan Induktif dengan Strategi Modeling”
dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Lomba Karya Tulis
di tingkat provinsi Sulawesi Tenggara.
Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan karya tulis ilmiah ini masih banyak
terdapat kekurangan dan kelemahan sebagai manusia biasa tidak luput dari
kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu,kritik dan saran dari pembaca sangat
diharapkan demi perbaikan atau penyempurnaan karya tulis ilmiah ini.Semoga
Allah SWT melimpahkan rahmat dan pahala yng setimpal. Semoga karya tulis ilmiah
ini dapat memberikan manfaat kepada penulis maupun kepada pembaca sekalian.
Amin.
Bau-Bau,
Januari 2009
Penulis,
!!
Contoh halaman abstrak:
ABSTRAK
PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF DAN
INDUKTIF DENGAN STRATEGI MODELING
Oleh:
NURMIN,S.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan atau memberikan gambaran tentang tingkat kemampuan siswa kelas
XII Jurusan Bahasa MAN Bau-Bau mengenai
pembelajaran menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi
modeling.
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah pembelajaran
menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling.
Metodologi penelitian ini menggunakan rancangan penelitian
deskriptif kuualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik tes. Tes yang dilakukan
oleh peneliti adalah tes kemampuan siswa dalam menulis paragraf deduktif dan
indukif dengan strategi modeling. Kemudian peneliti akan mengidentifikasi
paragraf deduktif dan induktif. Setelah dianalisis data tersebut dijabarkan
dengan cara deskripsi.
Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa kemapuan siswa
kelas XII Jurusan Bahasa dalam menulis paragraf deduktif dan induktif dengan
strategi modeling sudah mampu memahami menulis paragraf deduktif dan induktif
yaitu 17 orang siswa menulis dengan tepat,3 orang
siswa menulis kurang tepat,sedangkan 4 orang siswa menulis paragraf dedukti
tertukar dengan pola induktif begitu juga sebaliknya. Jadi,kesimpulan terakhir
bahwa kelas XII Jurusan Bahasa pada MAN Bau-Bau telah mampu dalam menulis
paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling.
!v
Contoh halaman Bab I,II, dan III:
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran bahasa Indonesia di
sekolah Tingkat Atas bertujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi
secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Keterampilan menulis sebagai salah
satu keterampilan
berbahasa
merupakan suatu keterampilan yang perlu dimiliki siswa Sekolah Tingkat Atas
agar mampu berkomunikasi secara tertulis. Dalam kurikulum 1994 dikemukakan
bahwa siswa hendaknya mampu mengungkapkan gagasan,pendapat,dan pengalamannya
secara tertulis dan memiliki kemampuan menulis (Depdikbud,1994:9).
.......
2. Rumusan Masalah
Masalah dalam penelitian ini,adalah: Bagaimanakah
Pembelajaran Menulis Paragraf Deduktif dan Induktif dengan Strategi Modeling?”.
3. Tujuan
Penulisan
Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran menulis paragraf
deduktif dan induktif dengan starategi modeling.
4. Manfaat Penulisan
1.
dapat
memberikan informasi kepada guru dan siswa tentang pembelajaran menulis paragraf
deduktif dan induktif dengan strategi modeling.
2.
dapat
memberikan sumbangan pemikiran positif kepada siswa MAN Bau-Bau tentang
keterampilan menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling.
5. Ruang Lingkup Penelitian
KERANGKA TEORI
A. Pengertian
Paragraf
Paragraf atau alinea
adalah suatu kesatuan pikiran yang lebih luas dari kalimat..........
B. Pengertian
Modeling
Modeling
merupakan komponen penting dalam contextual teaching learning (pendekatan kontekstual).....................
(Oka,2002:1).
C. Syarat-syarat pembentukan paragraf
Paragraf yang baik harus memenuhi syarat-syarat
tertentu,syarat-syarat itu,ialah:
1.
Kesatuan
Tiap
paragraf hanya mengandung satu pikiran
atau satu tema.......
2.
Koherensi
3.
Kelengkapan
Satu pargraf dikatakan
lengkap,jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk penunjang kalimat
topik/kalimat utama........
D.
Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif
1.
Paragraf Deduktif
2.
Paragraf Induktif
![]() |
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
A. Rancangan
Penelitian
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif artinya penelitian yang tidak menggunakan
data statistik dengan rancangan
deskriptif........
B. Instrumen
Penelitian
Dalam
penelitian ini,yang menjadi instrumen adalah peneliti sendiri sebagai instrumen
utama baik dalam mengumpulkan data maupun pengolahan data....
C. Data dan Sumber Data
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Teknik Analisis Data
![]() |
BAB IV
HASIL
PENELITIAN
A. Menulis
dengan Strategi Modeling
B. Hasil Menulis Paragraf Deduktif dan Induktif dengan
Strategi Modeling (Setangkai Bunga Kembang Sepatu)
![]() |
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang
telah dilakukan peneliti maka dapat disimpulkan hasil analisis yang diperoleh
yaitu:..................
B. Saran
Akhirnya penulis mengajukan
saran demi kemajuan pembelajaran bahasa
Indonesia,sbb:
1.

Guru bahasa Indonesia harus
menggunakan pemodelan dalam kegiatan keterampilan menulis sehingga siswa dengan
cepat dapat menulis berdasarkan pem,odelan.
2.
Siswa
dalam kegiatan menulis harus memperhatikan ejaan,struktur kalimat,dan pilihan
kata.
DAFTAR
PUSTAKA
Depdikbud.1989.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta
: Balai Pustaka.
Suparno dan Yunus. 2002.Keterampilan dasar Menulis.Jakarta: Universitas Terbuka.
Tukan,P.2005. Mahir Berbahasa Indonesia 3B Kelas XII Program Ilmu Alam.Jakarta:Yudhistira.
TUGAS
A. Tugas Kelompok di Rumah
1.
Setiap
kelompok menulis makalah di kertas kwarto dengan ukuran kertas 4cm atas dan kanan,3cm
bawah dan kiri,menggunakan dua spasi dengan ukuran huruf 12. Setiap kelompok akan
diundi untuk mendapatkan judul yang akan disusun menjadi sebuah makalah. Adapun
judul-judul yang akan disusun menjadi sebuah makalah,sbb:
a. Penggunaan Bahasa Resmi dalam Lingkup Kelas
b.
Pengaruh Bahasa Daerah dalam Berbahasa Indonesia
c. Pemerolehan Bahasa Anak Umur Dua Tahun
d. Bahasa
yang Digunakan dalam Lingkup Kelas
e.
Bahasa Gaul Anak Remaja
f. Etika Berbahasa dengan Teman, dan Guru
g. Penggunaan Bahasa dalam SMS
Sebelum menyusun makalah,adakan pengamatan
di kelas sesuai dengan judul
masing-masing kemudian mengumpulkan sumber-sumber yang lain,berupa
buku,wawancara,angket,dsb.
2.
Setelah
menyusun makalah,berikan makalah yang
telah kalian tulis kepada kelompok
lain,kemudian suntinglah makalah tersebut! Makalah yang akan disunting mengenai
ketepatan penggunaan bahasa (pilihan kata), rumusan kalimat,susunan
paragraf,tanda baca, dan ejaan!
![]() |
KOMPETENSI DASAR
Berbicara
10. Menyampaikan
laporan hasil penelitian dalam
diskusi atau seminar.
STANDAR KOMPETENSI
10.1 Mempresentasikan hasil penelitian secara
runtut dengan menggunakan bahasa yang baik
dan benar.
10.2 Mengomentari tanggapan orang lain terhadap
presentasi hasil penelitian.
INDIKATOR
·
Mengemukakan
ringkasan hasil penelitian.
·
Menjelaskan
proses penelitian dan hasil penelitian dengan kalimat yang mudah dipahami.
·
Mengemukakan
tanggapan yang mendukung hasil penelitian.
·
Menanggapi
kritikan terhadap hasil penelitian .
·
Menyampaikan
alasan yang mendukung penolakan.
·
Mengomentari
tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil penelitian.
MATERI
PEMBELAJARAN
MENYAMPAIKAN
HASIL PENELITIAN
Penelitian
merupakan salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan atau untuk mengetahui
suatu kebenaran. Misalnya,untuk sampai pada keluarnya keputusan tentang tata
penyelenggaraan pilkada,Mahkamah Konstitusi harus melakukan serangkaian
penelitian, yakni yang biasa disebut dengan uji materil terhadap
perundang-undangan yang berhubungan dengan masalah itu. Hasil dari penelitian
itulah yang kemudian dijadikan sebuah keputusan serta dikukuhkan dengan sebutan
Keputusana Mahkamah Konstitusi.
Sebuah hasil penelitian lazimnya disusun dalam
bentuk sebuah laporan yang menyampaiannya bisa secara lisan maupun tulisan.
Apabila laporan itu disampaikan secara
lisan,kita tidak mungkin menyampaikannya secara mendetail. Waktu yang terbatas
mengharuskan kita untuk menyampaikan laporan itu dalam bentuk pokok-pokoknya
saja.
Berikut unsur-unsur pokok-pokok laporan
penelitian:
1.
Pendahuluan,
yang meliputi: latar belakang, tujuan, serta kegunaan penelitian.
2.
Proses
atau langkah-langkah penelitian.
3.
Temuan-temuan
penting.
4.
Simpulan
dan rekomendasi.
Agar pendengar lebih jelas dan mudah
memahaminya,kita seharusnya menyampaikan hasil-hasil penelitian itu dengan
grafik, tabel, atau gambar. Dalam hal ini kita dapat menggunakan media yang
berupa kertas karton, overhead projektor
(OHP), VCD, atau media lainnya yang sesuai.
TUGAS
Tugas di Kelas
Presentasikan
makalah yang telah disusun secara berkelompok di depan kelas! Sampaikan
ringkasan hasil penelitian dan proses penelitian, mengemukakan tanggapan hasil
penelitian, menanggapi kritikan hasil penilitian, menyampaikan alasan yang
mendukung penolakan, mengomentari tanggapan orang lain terhadap hasil
penilitian!
STANDAR KOMPETENSI
Mendengarkan
13. Memahami pembacaan cerpen.
KOMPETENSI
DASAR
13.1 Mengidentifikasi
alur,penokohan,konflik,latar, sudut pandang,dan amanat cerpen dalam cerpen yang
dibacakan.
13.2 Menemukan nilai-nilai dalam cerpen yang
dibacakan.
INDIKATOR
·
Mengidentifikasi
alur, penokohan, konflik, latar, sudut pandang, dan amanat cerpen yang di
dengar.
·
Mendiskusikan
alur,penokohan, konflik, latar, sudut pandang, dan amanat cerpen yang di
dengar.
·
Menemukan
nilai moral, budaya, dan sosial dalam cerpen.
·
Mendiskusikan
nilai-nilai tersebut.
MATERI PEMBELAJARAN
UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK CERPEN
Cerpen=>
cerita pendek yang melukiskan peristiwa pada suatu saat dan tidak perlu
mengakibatkan perubahan nasib.
Unsur intrinsik cerpen=> unsur yang
terdapat di dalam cerpen:
1.
Tema=>Pokok
masalah dalam suatu cerita. Misalnya masalah
perjuangan,kepahlawanan,kekecewaan,kemunafikan,percintaan,keagamaan,dsb.
Contoh: Kemudian Pak Balam menutup matanya
kembali,dan memandang mencari muka Wak Katok,...Akuilah dosa- dosamu, Wak Katok,dan sujudlah
kehadirat Tuhan, mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang,dan Maha
Pengampun..........
Masalah dalam kutipan novel adalah pertobatan karena berisi imbauan untuk
mengakui kesalahan (dosa) agar Tuhan
mangampuni dosa yang telah dilakukan.
2. Latar/Setting=> tempat
terjadinya suatu cerita.
Latar terbagi: 1.
Latar tempat: di rumah,di
kelas,dsb.
2.
Latar waktu:
pagi,sore,malam,dsb.
3. Latar suasana:gembira,sedih,
kecewa,gelisah,sepi, tenang,dsb.
Contoh latar tempat: Di lepau-lepau,di masjid dan di rumah,
di mana orang laki-laki suka berkumpul.
Contoh latar waktu: Jam satu malam: cuaca
gulita dan murung,hujan turun selembut embun.
Contoh latar suasana: Aku masih saja khawatir. Ramalan dukun-dukun
itu mulai lagi mengganggu pikiranku.......
3.
Alur/Plot=>rangkaian
peristiwa yang membentuk suatu cerita.
Tahapan alur:
1. pengenalan/eksposisi/paparan.
2.
permasalahan/pertentangan/konflik.
3.
perumitan/penanjakan.
4.
klimaks/puncak ketegangan.
5. antiklimaks/ketegangan
mereda.
6.
penyelesaian (bahagia atau sedih).
Macam-macam alur: 1. alur maju, 2. alur mundur, 3. alur
gabungan.
Konflik=> bagian
penting dari alur suatu cerita. Dalam sebuah cerita ada berbagai macam konflik,
yaitu: a. konflik fisik/eksternal/jasmani:
1.
konflik manusia dengan manusia: baku tembak,baku pukul,dsb.
2. Konflik manusia dengan masyarakat: pelaku
utama dibakar rumahnya oleh penduduk
atau diusir oleh penduduk karena membawa aib.
3. Konflik manusia dengan alam sekitar: pelaku
utama dengan alam agar alam tidak tandus.
b. Konflk batin/internal/rohani:
1. suatu
ide dengan ide lain:
pelaku utama bercita-cita ingin jadi penyanyi tetapi ortunya tidak setuju.
2. seseorang dengan kata hatinya: pelaku utama berbicara dalam hati tentang keinginannya yang tidak
tercapai.
4. Penokohan/perwatakan=>
penggambaran
watak ,karakter,sifat para tokoh.
Macam
tokoh: 1. protagonis=> berwatak baik.
2. antagonis=> berwatak
jahat.
3. tirtagonis=> penengah/pendamai
antara tokoh protagonis dan antagonis
Penggambaran
watak para pelaku oleh pengarang dapat dilakukan dengan tiga cara:
1. secara analitik=> penggambaran
secara langsung.
2. secara
dramatik=> penggambaran
secara tidak langsung: dialog antartokoh, tingkah laku tokoh, pikiran-pikiran
tokoh, tanggapan tokoh lain tentang tokoh utama.
3. secara
gabungan=>antara
analitik dan dramatik saling bergantian.
Untuk
mengetahui watak/karakter tokoh dalam karya sastra:
a. penggambaran fisik tokoh=>
melalui ciri-ciri fisiknya: tokoh laki-laki yang tinggi besar, suara keras,berkulit putih, rambut rapi.
b. perilaku tokoh/tingkah laku tokoh=> dalam
berjalan, saat berbicara menutup mulut, selalu menunduk mencerminkan watak tokoh yang pemalu.
c. pikiran-pikiran tokoh:=>tokoh yang selalu berpikir paling kaya,paling
pandai menunjukkan watak sombong.
d. ucapan-ucapan tokoh=dialog antartokoh=si tokoh
berbicara=>:banyak
bicara mencerminkan cerewet.
e. lingkungan di sekitar tokoh:=>tokoh
yang tinggal di kamar rapi menunjukkan watak tokoh yang rajin.
f. tanggapan atau reaksi dari tokoh lain terhadap
tokoh utama=>
jika tokoh lain menyatakan bahwa pelaku
memiliki watak serakah,bisa jadi tokoh tersebut memang serakah.
g. reaksi tokoh terhadap suatu masalah: menghadapi
masalah apakah tokoh tersebut bunuh diri, berserah diri kepada Tuhan,dsb.
Contoh perwatakan: “ Aku merasa ringan, kini aku sudah
menceriakan kepada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini
menghimpit hatiku dan kepalaku. Aku sudah mengakui dosa-dosaku, dan tolonglah
doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni dosa-dosa Wak Katok...”. Pak Balam
mendekatkan kedua belah telapak tagan seperti orang yang berdoa dan mulutnya
komat-kamit..
Watak Pak Balam dalam kutipan tersebut
adalah jujur, yaitu dia mengakui
dosa-dosa yang telah diperbuatnya di depan teman-temannya. Pengarang melukiskan
watak tokoh melalui dialog ataupercakapan antartokoh.
5. Amanat=> pesan yang
disampaikan pengarang dalam cerita.
Contoh: Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali,
dan memandang mencari muka Wak Katok, dan ketika pandangan mereka bertaut. Pak
Balam berkata kepada Wak Katok, “Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok dan bersujudlah
kehadirat Tuhan.Mintalah ampun kepada Tuhan...... Supaya kalian selamat keluar
dari rimba ini..
Amanat yang terkandung dalam kutipan
tersebut adalah “Bertaubat dan minta
ampun atas dosa yang telah
diperbuat,pasti Tuhan akan mengampuninya, dan hidupmu akan selamat.
6. Sudut pandang/point of view=> cara
pengarang mengisahkan cerita.
Sudut pandang ada 2, yaitu:
1. Sudut pandang orang pertama:
a. Orang pertama sebagai tokoh utama. Contoh:
autobiografi,cerita rekaan seakan pengarang sendiri yang diceritakan.
b. Orang pertama sebagai pengamat ada dalam
cerita. Kata ganti yang digunakan:
saya,aku, disebut sudut pandang
akuan.
2. Sudut
pandang orang ketiga:
a. Orang
ketiga serba tahu=> melaporkan semua tindak tanduk yang sangat pribadi dari
pelaku.
b. Orang
ketiga terarah => terpusat pada satu karakter. Kata ganti yang digunakan: dia, ia, mereka nama orang (Budi, Wati) disebut sudut
pandang diaan.
Contoh
sudut pandang: Pak Balam
menutup matanya kembali, dan dia terbaring demikian,letih telah berbicara
begitu banyak. Mereka duduk mengingilinginya dengan pikiran masing-masing.
Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat sekalidalam hati mereka. Mereka
ingin selamat sampai ke kampung........
Sudut pandang dalam kutipan tersebut
adalah: orang ketiga serba tahu
karena melaporkan semua tindak tanduk tokoh, yaitu Pak Balam dan mereka.
7.
Gaya bahasa=>majas=>bahasa
kiasan=>bahasa figuratif=> cara melukiskan sesuatu dengan
jalan menyamakan dengan sesuatu.
Contoh:
a.
hiperbola=>melebih-lebihkan
sesuatu agar mendapat efek tertentu.
Contoh: Budi
memiliki segudang kaset.
b.
litotes=>
merendahkan
diri.
Contoh: Singgalah
ke gubukku sebentar.(gubuk=rumah
mewah)
c.
metafora=>
perbandingan
secara langsung dengan benda.
Contoh: Aku ini binatang jalang.
d.
personifikasi=> menganggap
benda mati seolah-olah hidup dan berbuat seperti manusia.
Contoh: Angin berbisik membelai
gadis itu.
e.
simile=>
perumamaan
yang menggunakan kata pembanding:
seperti, bagai, ibarat,bak,laksana, seperti,daripada.
f.
dsb.
Unsur
Ekstrinsik karya sastra:
Unsur ekstrinsik=> unsur yang
berada di luar karya sastra (cerpen), tetapi mendukung keberhasilan cerpen.
Unsur ekstrinsik meliputi:biografi
(riwayat hidup pengarang)pengarang: sejarah,sosial,latar belakang penciptaan,
kehidupan masyarakat,tempat cerpen diciptakan,agama,dan filsafat/aliran
pengarang.
Unsur yang
lain di luar karya sastra (cerpen) => nilai-nilai dalam karya sastra
(cerpen)=> pelajaran yang dapat diambil dalam sebuah cerita, yaitu antara
lain:
a.
nilai
agama=> berkaitan
dengan agama: rajin sholat,mengaji,puasa, dsb.
b.
nilai moral
=> akhlak
budi pekerti: sopan berbicara.
c.
nilai
sosial => nilai
masyarakat: suka menolong,memberi,tenggang rasa.
d.
nilai
budaya=> berkaitan dengan adat
istiadat,kesenian,kepercayaan,upacara adat).
e. nilai estetika=>keindahan dalam karya sastra
tentang bahasa, alur, Contoh: Dari sebuah
kantung di dalam keranang besarnya, Wak Katok mengeluarkan . Mereka
membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas.....
Nilai
sosial yang terdapat dalam kutipan: memberi pertolongan kepada orang lain.
TUGAS
A. Tugas di Kelas
I. Membentuk kelompok yang beranggotakan 4-6
orang!
1.
Mendengarkan
dengan seksama cerpen “Guru” yang akan dibacakan oleh guru Anda atau tape
recorder!
2.
Menentukan
unsur intrinsik dalam cerpen “Guru”
yang telah Anda dengar, yaitu tentang:
a.
Tentukan
tema dalam cerpen “Guru” yang telah
didengar!
b.
Tentukan
latar tempat, waktu,suasana dalam cerpen “Guru”!
c.
Tentukan
alur dalam cerpen “Guru”!
d.
Tentukan
tokoh dan karakter tokoh dalam cerpen “Guru”!
e.
Tentukan
amanat dalam cerpen “Guru”!
f.
Tentukan
sudut pandang dalam cerpen “Guru”!
3. Menentukan unsur ekstrinsik dalam cerpen “Guru”,tentang: kondisi masyarakat
4. Tentukan nilai apa yang dominan dalam
cerpen “Guru”? Jelaskan!
5. Tulislah sinopsis cerpen “Guru”
tersebut !
Mendengarkan pembacaan Cerpen:
Menulis
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk
rangkuman/ringkasan notulis rapat dan karya ilmiah.
KOMPETENSI DASAR
12.2 Menulis
notulen rapat sesuai dengan pola penulisannya
INDIKATOR
·
Mengidentifikasi
dua notulen rapat atau lebih.
·
Mencatat
perbedaan dan persamaan antara dua notulen rapat atau lebih.
·
Menentukan
pola penulisan notulen rapat yang lengkap.
·
Menulis
notulen rapat.
·
Mendiskusikan
notulen rapat yang telah dibuat.
MATERI
PEMBELAJARAN
Notula atau notulen=> catatan garis besar isi
pembicaraan dan jalannya suatu rapat
atau pertemuan (hal yang dibicarakan atau diputuskan). Sedangkan notulis => orang yang pekerjaannya
membuat notula atau catatan rapat. Seorang notulis
akan mencatat semua kegiatan rapat,semua pembicaraan atau keputusan-keputusan
penting harus dicatat. Kalau ada perdebatan yang bertele-tele dalam rapat itu,
tak perlu dicatat kembali di dalam
notula. Yang tidak boleh diabaikan ialah keputusan-keputusan yang telah diambil
dalam rapat itu.
Pola penulisan notulen adalah sbb:
1.
Judul
2.
Hari/tanggal
3.
Tempat
4.
Waktu
5.
Peserta
rapat
6.
Pemimpin
rapat
7.
Daftar
acara
8.
Notulis
9.
Jalannya
rapat
10.
Keputusan
rapat
11.
Tanggal
penandatanganan notulen dan tempat
12.
Tanda
tangan pemimpin diskusi dan notulis
NOTULEN RAPAT OSIS MAN BAU-BAU
Rapat
diadakan pada hari/tanggal : Senin,26 Januari 2009
Tempat
: Ruang OSIS
Waktu
: Pukul 15.30 s.d. 17.00
Peserta
: Pengurus OSIS
Pemimpin
rapat :
Ketua OSIS
Acara : 1.
Pembukaan
2. Rencana kunjungan
3. Hal lain
4. Penutup
Pelaksanaan Rapat :
1. Ketua OSIS membuka rapat dengan lebih
dahulu mengucapkan terima kasih atas kesediaan peserta rapat tepat pada
waktunya.
2. Selanjutnya ketua melanjutkan pembicaraan
mengenai rencana kunjungan ke perusahaan aspal. Setelah mendengar berbagai
pendapat dari peserta rapat yang hadir maka diputuskan bahwa kunjungan akan
dilaksanakan sehari menjelang liburan semester dua..
Hal-hal lain yang diputuskan,sbb:
a. Pembentukan
panitia kunjungan yang terdiri atas ketua, sekretaris,bendahara.
b. Biaya transportasi dan makan siang untuk
setiap peserta Rp3000.00. yang harus diserahkan kepada bendahara paling lambat tiga hari sebelum kunjungan
c.
Panitia akan menghadap kepala sekolah untuk meminta seorang atau dua
orang guru sebagai pendamping.
3. Sesudah
masalah kunjungan selesai dibicarakan, acara dilanjutkan dengan hal-hal lain.
Dalam acara ini diputuskan bahwa
para
peserta harus berpakaian seragam sekolah, peserta harus menyerahkan
laporan hasil kegiatan secara tertulis
seminggu sesudah kunjungan.
4. Setelah semua acara dibicarakana ketua
rapat menutup dengan ucapan terima
kasih.
Mengetahui,
Bau-Bau, 26 Januari 2009
Pemimpin Rapat,
Notulis.
RAPAT PEMBANGUNAN MASJID MAN BAU-BAU
Hari
: Senin
Tanggal : 1 Pebruari 2009
Tempat : Gedung Serbaguna Man Bau-Bau
Waktu Rapat :
Pukul 13.30 – 16.30 WITA
Pemimpin
Rapat : Drs. Hasim, M.MPd
Peserta
Rapat : 1. Drs. L.M.Tasrin, M.M (Waka Kurikulum)
2, Drs. Karim (Waka Sarana)
3. Abu Bakar, S.Pd. (Waka Pembina Osis)
4. Drs. H. Muhammad ( guru AlQuran Hadits)
5. Drs. Muchlis (Guru Fiqhi)
6. Drs. Abdul Gani.S ( Ketua Komite)
7. Drs. Muchtar ( Bendahara Komite)
8. Halifa (Ketua OSIS)
9. Asriani (Bendahara OSIS)
Sistematika
Rapat:
1.
Doa.
2.
Pengarahan
dari kepala sekolah.
3.
Sambutan
ketua komite.
4.
Rapat.
5.
Tanya
Jawab
6.
Kesimpulan
7.
Penutup
Keputusan
Rapat:
1.
Masjid
akan dibangun di lahan kosong sebelah timur,dekat lapangan basket.
2.
Dana
pembangunan dari sukarela orangtua, guru, dan donatur.
3.
Pembangunan
akan dimulai paling lambat bulan Pebruari 2009.
Catatan
khusus:
Proposal
untuk donatur dari beberapa instansi akan disusun.
Rapat
ditutup pukul 16.30.
Mengetahui,
Bau-Bau,1 Pebruari 2009
Pemimpin
Rapat,
Notulis,
Drs.
Hasim,M.MPd.
Nurmin, S.Pd
TUGAS
A. Tugas
Individu di Kelas
1.
Bandingkan
kedua contoh notulen rapat tersebut
ditinjau dari kelengkapan unsurnya.!
.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2.
Apa
perbedaan antara kedua contoh notulen tersebut?
Jelaskan!
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Membaca
15. Memahami buku biografi, novel, dan hikayat.
KOMPETENSI DASAR
15.1
Mengungkapkan hal-hal yang menarik tentang tokoh dalam buku biografi yang
dibaca.
INDIKATOR
·
Mengungkapkan
hal-hal yang menarik tentang tokoh dalam buku biografi yang dibaca.
·
Menemukan
tokoh yang mirip pada tokoh lain
·
Menemukan
hal-hal yang bisa diteladani tentang tokoh tersebut
MATERI
PEMBELAJARAN
MEMBACA
BUKU BIOGRAFI
Buku biografi=>memuat
riwayat hidup tokoh yang ditulis oleh orang lain yang mempunyai prestasi (penghargaan berkat karya)
dan reputasi (penghargaan berkat nama baik). Dan dapat diteladani dari seorang
tokoh, misalnya sikap hidup, kebiasaan,dsb.
Biografi=>riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Biografi tokoh-tokoh ternama, seperti ilmuwan, politikus, seniman dan
orang-orang yang mempunyai nama atau pengaruh besar dituliskan dalam sebuah
buku. Dalam buku tersebut dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh
sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan
segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga.
Autobiografi=>riwayat hidup pribadi seseorang tokoh yang ditulis
sendiri oleh tokoh yang bersangkutan.
Dengan membaca buku biografi
atau autobiografi tokoh tertentu, Anda akan menemukan sikap atau perbuatan
tokoh yang dapat Anda jadikan sebagai contoh atau teladan hidup.
TUGAS
A.
TUGAS DI KELAS
1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan
singkat dan jelas!
a.
Kapan dan di mana Ramadhan K.H dilahirkan?
b.
Kapan dan di mana Ramadhan K.H meninggal?
c.
Di manakah Ramadhan K.H dimakamkan?
d.
Sejak kapan Ramdahan K.H berkarya sastra?
e. Berapa banyak hasil karya sastra Ramadhan
K.H?Jelaskan dan beri contoh hasil karyanya
f.
Jelaskan perjalanan karier Ramadhan K.H selama hidupnya!
g.
Ungkapkan hal-hal yang dapat diteladani dan menarik dari tokoh Ramadhan
K.H!
B.
TUGAS INDIVIDU DI RUMAH
Bacalah
biografi salah satu tokoh !Kemudian ringkaslah riwayat hidup: tempat tanggal
lahir, nama istri/suami, nama anak tempat tanggal wafat (jika sudah wafat), dan
hasil karyanya/sumbangannya bagi negara! Ungkapkanlah hal-hal yang menarik atau
yang dapat diteladani dari tokoh tersebut!Ungkapkanlah di depan kelas agar
teman-teman yang lain dapat mengetahui keteladanan tokoh tersebut!

Membaca
15. Memahami buku biografi, novel dan hikayat
KOMPETENSI
DASAR
15. 2 Membandingkan unsur intrinsik dan ekstrinsik
novel Indonesia/terjemahan dengan hikayat.
INDIKATOR
·
Membaca
hikayat, novel Indonesia, dan novel terjemahan
·
Mengidentifikasi
unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat, novel Indonesia/terjemahan
·
Menjelaskan
unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan dengan hikayat
MATERI
PEMBELAJARAN
MEMBACA HIKAYAT, NOVEL INDONESIA, DAN NOVEL
TERJEMAHAN
Berbicara
14. Mengungkapkan wacana sastra dalam bentuk
pementasan drama.
KOMPETENSI
DASAR
14.1
Mengekspresikan dialog para tokoh dalam pementasan drama
14.2 Menggunakan gera-gerik, mimik, dan intonasi,
sesuai dengan watak tokoh dalam pementasan drama
INDIKATOR
·
Menghayati
watak tokoh yang akan diperankan
·
Mengekpresikan
dialog para tokoh dalam pementasan drama
·
Menanggapi
penampilan dialog para tokoh dalam pementasan drama
·
Memerankan drama dengan
memperhatikan penggunaan lafal, intonasi. tekanan/nada, mimik gerak-gerik yang
tepat sesuai dengan watak tokoh
·
Menanggapi
peran yang ditampilkan dalam pementasan drama
MATERI
PEMEBELAJARAN
MEMERANKAN
TOKOH DALAM DRAMA
Kata drama
secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dran. Kata dran berarti to do
atau to act . Dalam perkembangannya
drama berarti suatu karangan prosa atau puisi yang disusun dalam bentuk
percakapan dan dapat dipentaskan. Untuk mementaskan drama perlu proses yang
panjang. Proses tersebut sbb:
1. Penelitian atau penyeleksian naskah
2. Penafsiran peran atau tokoh
3. Pemilihan peran atau tokoh
4. Latihan
5. Memerankan drama
Anda harus menjiwai watak tokoh
jika akan memerankan drama. Lakukanlah hal-hal berikut agar Anda dapat menjiwai
watak tokoh dengan baik:
1. Membaca
naskah drama, khususnya pada tokoh yang akan diperankan secara berulang-ulang
2. Mengamati
orang-orang yang memiliki watak seperti dengan tokoh yang hendak dperankan
3. Jika tidak
ada, pemain dapat melihat foto-foto, cerita, sejarah, atau sumber lain yang
dapat mendukung karakter tokoh
4. berlatih
memerankan tokoh
TUGAS
A. Tugas di Kelas secara Berkelompok
1. Guru
membagi kelompok dalam 1kelompk beranggotakan 1-5 orang
2.
Masing-masing kelompok memerankan drama yang telah mereka buat sendiri
3.
Guru dan siswa menilai penampilan masing-masing kelompok dengan
menggunakan format sbb:
Format Penilaian Memerankan Tokoh
![]() |
NO. NAMA SISWA
ASPEK YANG DINILAI SKOR
![]() |
Volume Vokal/Intonasi Ekspresi/penghayatan/Mimik Gerak/Gaya
Akting
![]() |
STANDAR
KOMPETENSI
Menulis
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk
rangkuman/ringkasan, notulen rapat, dan karya ilmiah.
KOMPETENSI
DASAR
12.1
Menulis rangkuman/ringkasan isi buku
INDIKATOR
·
Mendaftar
pokok-pokok pikiran isi buku yang sudah dibaca
·
Membuat
ringkasan dari seluruh isi buku
·
Mendiskusikan ringkasan untuk
mendapatkan masukan dari teman
MATERI
PEMBELAJARAN
MERINGKAS ISI BUKU NONFIKSI
Meringkas=merangkum=>kegiatan
menyatukan atau merangkai berbagai pendapat atau informasi menjadi bentuk
ringkasan pokok-pokok pendapat atau informasi.
Meringkas dan membuat ikhtisar
pada dasarnya berbeda. Meringkas merupakan suatu cara untuk menyajikan karangan
atau buku dalam dalam bentuk singkat atau pendek. Dalam kegiatan meringkas
urutan isi dan sudut pandang pengarang karangan atau buku asli harus sama
dengan urutan isi dan sudut pandang karangan atau buku asli. Perbandingan
bagian atau bab dalam ringkasan sama dengan perbandingann bagian atau bab dalam
karangan atau buku asli. Meringkas=merangkum.
Ikhtisar merupakan suatu cara
untuk menyajikan karangan atau buku dalam bentuk singkat atau pendek tanpa
mempertahankan urutan karangan atau buku asli. Dalam ikhtisar penulis langsung
mengemukakan inti atau pokok masalah. Urutan isi ikhtisar juga dapat
dibolak-balik. Perbandingan bagian atau isi beberapa bab tidak perlu sama
dengan karangan atau buku asli. Bagian atau bab yang tidak penting dalam
karangan atau buku asli dapat dihilangkan.
TUGAS
A.
Tugas Individu di Kelas
1. Carilah buku bahasa Indonesia kelas XI ke
perpustakaan!
2.
Ringkaslah buku tersebut masing-masing siswa satu subpokok bahasan!
3.
Tulislah ringkasan tersebut di kertas HVS!
4.
Ikutilah langkah-langkah dalam meringkas buku:
a.
menemukan
pokok pikiran atau gagasan utama di setiap subpokok bahasan. Rumuskan subpokok
bahasan tersebut dalam dua atau tiga kalimat sederhana tanpa mengubah maksud si
pengarang buku.
b.
Rangkaikan
pokok-pokok pikiran tersebut ke dalam beberapa kalimat sederhana







