Kamis, 18 Februari 2016

LKS BAHASA INDONESIA KELAS XI SEMESTER GENAP KTSP



Nurmin, S.Pd.
  KTSP
Standar Isi
   2006
 
   B K S                                            
       BUKU KEGIATAN SISWA 
         BAHASA  INDONESIA
      Untuk MA Kelas XI Semester 2

        
        
      








                                                                                 PENERBIT: 
MAN BAU- BAU     






















BAHAN  AJAR  BAHASA  INDONESIA SMA/MA
        KELAS  XI  SEMESTER  GENAP
                                                       
 

  STANDAR   KOMPETENSI
   Membaca
                        11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif.
   KOMPETENSI  DASAR
   11.1 Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan  membaca cepat 300 kata per menit.   
   INDIKATOR    
·          Membaca cepat + 300 kata permenit.
·          Siswa dapat menjawab secara benar 75% dari seluruh pertanyaan yang tersedia.
·          Mengungkapkan pokok-pokok isi  bacaan.
                       
 MATERI   PEMBELAJARAN
                            
 MEMBACA CEPAT  TEKS   BACAAN
 Teknik Membaca Cepat
                           
                       Ada dua macam teknik membaca cepat,yakni:
1.     Teknik   Scanning /memindai => membaca dengan teknik pindai dilakukan untuk mencari  informasi secara cepat pada suatu teks.Teknik pindai digunakan untuk mencari kata atau arti kata dalam kamus,mencari nomor telepon,mencari angka-angka dalam statistik,mencari data pada jurnal,membaca jadwal acara TV,atau mencari informasi dalam buku,dsb.
2.  Teknik Skimming/layap => membaca cepat dengan tujuan mencari intisari,topik bacaan atau mencari informasi tertentu dengan cara membaca cepat/meluncur dari paragraf satu ke paragraf berikutnya,halaman demi halaman,sampai intisari,topik atau informasi tertentu yang dicari dari bacaan tersebut.

Cara Meningkatkan Kecepatan Membaca:
1.   Baca dalam hati  dan mulut tidak bersuara.
2.   Jari tangan tidak menunjuk bagian teks.
3.   Gerakan mata secara vertikal.
4.   Perluas jangkauan mata.
5.   Tingkatkan konsentrasi.
6.   Tidak mengulang-ulangi bagian yang  sudah dibaca.

Pola-Pola Membaca Cepat:
Dalam membaca cepat,gerak mata yang benar bukan dari kiri ke kanan. Gerak mata yang benar mengarah ke bawah dengan pola vertikal,horizontal,diagonal,zigzag,spiral,blok.  

Pola gerakan mata:
1.   Pola Horizontal=>Fokus mata mulai dari halaman sudut kiri,kemudian bergerak
      sampai ke halaman ujung kanan.  Selanjutnya turun baris   berikutnya.   Begitu
      seterusnya sampai akhir halaman bawah sebelah kanan.                                                                
2.  Pola Vertikal => Fokus mata mulai membaca dari halaman atas kemudian    bergerak vertikal sampai ke halaman bawah.



3. Pola Diagonal => Fokus mata mulai membaca dari halaman sudut kiri atas,bergerak diagonal ke sudut kanan bawah halaman.
4.   Pola Zigzag => Fokus mata ketika mulai membaca dari halaman atas bagian sudut kiri kemudian bergerak serong ke kanana,kemudian bergerak serong ke kiri,dan terus bergerak dengan pola seperti itu sampai ke halaman bawah.
5.  Pola Spiral => Fokus mata mulai membaca dari halaman sebelah kiri atas kemudian bergerak mengikuti kalimat-kalimat bacaan ke sebelah kanan dengan pergerakan seperti spiral.
6.  Pola Blok => Fokus mata mulai membaca dari halaman sudut kiri atas kemudian bergerak ke sebelah kanan,dan terus sampai paragraf akhir.

                Untuk menemukan informasi yang dibutuhkan dari bacaan dengan cepat,daya  jangkauan  mata harus lebar ketika membaca yang dilihat bukan kata demi kata,tetapi dua kata atau lebih.
Contoh: Peningkatan produk pangan khususnya padi di masa mendatang akan menemui beberapa permasalahan pokok, di antaranya: (1)penyusutan tanah, (2) pupuk yang mahal.

           Catatan: Titik di bawah kata menunjukkan jatuhnya pandangan mata. Garis bawah adalah jangkauan mata.         
                Contoh salah satu pola membaca (pola vertikal):
Penghargaan BASF Award 1996 merupakan yang kedua setelah empat tahun sebelumnya mereka mendapat anugerah untuk dua kategori yaitu pendatang baru terbaik,kini mereka mencapai menyusul keberhasilan penjualan album perdana mereka yang bertitel lagu dewa terjual sampai 300.000 kopi lebih, hanya waktu tiga bulan.

Rumus Membaca Cepat:
A.   Jumlah jawaban yang benar   X  100%  =   %  pemahaman isi  bacaan
              Jumlah soal 
B. Jumlah kata yang dibaca  X 100%  pemahaman isi bacaan =  kecepatan  membaca (kata  per  menit)
     Jumlah tempuh baca (detik)
Contoh:  Anda berhasil membaca lebih kurang 600 kata dalam tempo 2 menit. Anda pun  berhasil menjawab 3 pertanyaan isi bacaan dengan benar dari 5 soal yang tersedia. Itu artinya
Persentase pemahaman bacaan  Anda:  5 X 100% =60%
                                                                                3
Kecepatan membaca Anda  600 X 60 = 300 kpm
                                                         60X2

TUGAS
A.   Kuis
Guru menyiapkan tes perintah (soal sebanyak 10 nomor) waktu yang harus diselesaikan 3 menit! Bila sudah selesai dikerjakan dimohon tenang,biarkan teman anda sibuk sendiri,jangan diganggu dan     jangan diberitahu apapun yang  Anda paham!                                                                            
                                                                                                                                                                                          
B.   Latihan di kelas                                                                                                                                                  
1.   Bacalah dengan cepat berita di bawah ini!
                Petani dan Nelayan Rentan akan Dampak Penipisan Ozon

Kaum petani dan nelayan adalah golongan paling rentang terkena dampak penipisan  lapisan ozon. Peningkatan paparan sinar ultraviolet akibat penipisan ozon memicu  berbagai penyakit,khususnya bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Demikian terungkap dalam talk show mengenai dampak penipisan ozon bagi kesaehatan dalam penganugerahan Ozone Award yang diadakan kementerian Negara Lingkungan Hidup di Jakarta, Rabu (26/3) sebagai pembicara, Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan



Pengendalian Kerusakan Lingkungan Masnellyarti Hilman, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Nila F.Moeloek, dan dokter spesialis kulit dan kelamin Laksmi Anggari Duarsa.
Nila dan Laksmi mengakui, hingga saat ini belum ada penelitian di dua bidang yang mengaitkan dengan indeks kondisi ozon suatu wilayah. Gangguan pada mata dan kulit terkait langsung dengan paparan sinar ultraviolet dalam jumlah berlebihan.“Petani dan nelayan merupakan kelompok rentan karena aktivitasnya di luar ruangan dalam waktu lama dan frekuensi tinggi”. Kata Nila. Salah satu dampak ke mata adalah katarak dan tertutupnya bagian kornea mata (pterygium). Tanpa penanganan dini bisa terjadi kefatalan, yaitu kanker kulit.
Kedua dokter mengungkapkan beberapa langkah mengurangi risiko,yaitu menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 11.00-16.00, atau menggunakan topi,pakaian,serta tabir surya pelindung kulit.
                                                                                         (Sumber: Kompas,27 Maret 2008)
         I.       Berdasarkan berita di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a.     Apa yang diungkapkan  dalam berita di atas?
b.     Mengapa petani dan nelayan yang rentan akan dampak penipisan ozon?
                   c.      Siapa narasumber berita di atas?
       d.      Di mana dan kapan acara talk show terseb
e.     Bagaimana cara mengurangi risiko dampak penipisan ozon?
           II.      Setelah Anda mengetahui persentase pemahaman terhadap isi bacaan,   hitunglah kecepatan  membaca Anda dengan menggunakan rumus kecepatan membaca cepat!
Rumus: Jumlah kata yang dibaca X 60 = Jumlah kpm (kata permenit)
               Jumlah  detik untuk membaca
                                                    


















STANDAR   KOMPETENSI
         Mendengarkan
          9. Memahami pendapat dan informasi dari berbagai sumber dalam diskusi atau  seminar.
  KOMPETENSI  DASAR
       9.1 Merangkum isi pembicaraan dalam suatu diskusi atau seminar.
       9.2 Mengomentari pendapat seseorang dalam suatu diskusi atau seminar
           INDIKATOR
·          Mencatat pokok-pokok pembicaraan dalam diskusi.
·          Merangkum seluruh isi pembicaraan  ke dalam beberapa kalimat.
·          Menanggapi rangkuman yang dibuat teman.
·          Mengajukan pertanyaan.
·          Menanggapi pembicaraan dalam bentuk kritikan atau dukungan.
  • Menambahkan alasan yang dapat memperkuat tanggapan.


 


    MATERI   PEMBELAJARAN
                         
MENDENGARKAN INFORMASI DARI BERBAGAI SUMBER DALAM DISKUSI ATAU SEMINAR  DAN MERANGKUM PEMBICARAAN DALAM DISKUSI
                         
Seminar=>   pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua   sidang.
               Diskusi=>   bentuk komunikasi dua arah untuk bertukar pikiran dalam rangka memecahkan suatu  masalah yang menyangkut kepentingan bersama.
Diskusi Kelompok=>  penyelesaian masalah dengan melibatkan kelompok-kelompok kecil.

                Adapun langkah-langkah pelaksanaan seminar,adalah:
1.     Pimpinan menjelaskan maksud,tujuan,dan tema seminar;
2.     Pimpinan mengenalkan pemakalah (nama,bidang pekerjaan yang digulutinya,riwayat pendidikan,pengalaman yang patut untuk disampaikan,serta keluarga,dsb).
3.     Pemakalah menyampaikan bahan diskusi (makalah);
4.     Peserta memberikan tanggapan terhadap masalah yang disampaikan pemakalah;
5.     Tim perumus menyampaikan hasil seminar berupa saran,usul, dan rekomendasi;
6.     Pimpinan menutup seminar.

Sebagai pedoman Anda ketika memberi tanggapan,cermatilah penjelasan singkat berikut!
1.     Ketika mengajukan pertanyaan,hendaklah mengacu pada topik permasalahan  diskusi.    
Pertanyaan harus singkat, dan jelas sesuai dengan keperluan masalah. Hindari                             pertanyaan  berbelit-belit, dan setiap pertanyaan, sanggahan,pendapat harus melalui izin moderator.
Contoh: “Saudara moderator.apa yang disampaikan oleh kelompok satu tadi tentang   upaya pelestarian tanaman obat jenis bumbu dapur itu sangat bagus. Yang saya tanyakan adalah, apakah tanaman lengkuas juga dapat subur ditanam di pot dan bagaimana cara menanamnya? Sekian pertanyaan saya, terima kasih”.
2.     Ketika mengemukakan tanggapan berupa kritik,hendaklah mengacu pada     permasalahan.
3.     Anda dapat memberikan saran atau solusi terhadap masalah secara bijaksana, santun, dan tidak menyinggung pemakalah. Untuk  itu, tanggapan lebih baik didahului dengan kalimat: “Maaf Saudara moderator, saya kurang sependapat/kurang setuju/agak keberatan dengan”.
4.     Ketika memberikan dukungan  atas tanggapan seseorang, hendaklah jangan berlebihan Untuk itu, gunakan kalimat: Saya mendukung pendapat…/Saya sependapat dengan…/Saya setuju dengan…
5. Ketika memberikan tambahan  saran, pendapat, atau penjelasan yang dikemukakan  seseorang,hendaklah berhubungan  dengan yang sudah dikemukakan  dan jangan meralat, atau membuyarkan  pernyataan yang telah dikemukakan  orang sebelumnya. Untuk itu, gunakan kalimat: Saya menambahkan sedikit pendapat…/melengkapi pendapat… 
6.     Ketika menyimpulkan hasil diskusi, Sebaiknya Anda susun secara singkat,lengkap, dan jelas berdasarkan hasil pembahasan masalah.



                   Perbedaan rangkuman,ringkasan,intisari,ikhtisar,abstrak,dan sinopsis sbb:

          NO      NAMA              BENTUK          BENTUK           URUTAN           KET
                                       POIN               PARAGRAF      PENYAJIAN

          1.     Rangkuman                X                          X                        -             -  = tidak ada
          2.     Ringkasan                    -                           X                        X             X = ada
          3.     Intisari                          -                           -                         X
          4.     Ikhtisar                        -                           X                        -
          5.     Abstrak                        -                            X                        -
          6.     Sinopsis                       -                            X                      
Merangkum hasil diskusi berarti mencatat secara ringkas berbagai pendapat peserta menjadi satukesatuan pemikiran.Silang pendapat dan baragam pandangan yang muncul selama diskusi,kemudian dipadukan menjadi sebuah catatan yang mudah dipahami.
Untuk menghasilkan rangkuman harus memiliki kecermatan dalam mengikuti jalannya diskusi dari awal hingga akhir. Kita harus mempunyai ketelatenan dalam mencatat gagasan-gagasan pokok dan menyusunnya kembali.
Tentu saja tidak perlu semua pembicaraan dalam diskusi itu kita tuliskan.Berikut  adalah kriteria gagasan-gagasan dalam diskusi yang penting untuk dicatat dalam rangkuman, yaitu:
1.         gagasan itu merupakan pokok atau fokus pembicaraan dalam diskusi  tersebut.
2.         gagasan itu mengemukakan solusi pada masalah yang didiskusikan.
3.         gagasan itu menyangkut kepentingan banyak peserta.

                             TUGAS
                                 A. Latihan Seminar di Kelas
Aturlah pelaksanaan acara seminar di kelas! Tunjuklah siapa yang akan jadi  moderator,notulis,pemakalah,dan yang bertindak sebagai peserta! Pemakalah harus menguasai bahan yang akan dipresentasikan!Model pelaksanaan seminar akan diundi siapa yang dapat moderator,penyaji,notulis,peserta dengan cara menggunakan angka 1-4 misalnya: yang dapat nomor 1 berarti menjadi moderator,dst.
1.     Gunakan makalah berikut sebagai bahan yang akan diseminarkan!

                                     Manfaat dan Keamanan Tanaman  Obat dan Obat Tradisional
                                                                                               Oleh:
                                                         Katno & S. Pramono, Fakultas Farmasi,UGM
                                                         Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu
I.   ABSTRAK

      Penggunaan bahan alam,baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat. Penyebabnya  karena ada  isu back to nature  serta krisis berkepanjangan yang mengakibatkan daya beli masyarakat turun. Banyak orang beranggapan Pengggunaan bahan alam, baik sebagai obat maupun tujuan lain bahwa penggunaaan tanaman obat atau obat tradisional relatif lebih aman dibandingkan obat sintesis. Walaupun demikian, bukan berarti tanaman obat atau obat tradisional tidak memiliki efek samping yang merugikan, bila penggunaannya kurang tepat. Agar penggunaannya optimal, masyarakat perlu mengetahui informasi yang memadai tentang kelebihan dan kelemahan serta kemungkinan penyalahgunaan obat tardisional dan tanaman obat. Dengan informasi yang cukup, masyarakat diharapkan lebih cermat untuk memilih dan menggunakan suatu produk obat tradisional atau tumbuhan obat.

II.  PENDAHULUAN
 
                 Setiap manusia pasti mendambakan hidup sehat. Hanya dengan kondisi  kesehatan yang  baik serta tubuh yang prima, manusia dapat melaksanakan proses kehidupan untuk tumbuh dan berkembang menjalanakan segala aktivitas hidup. Bertolak dari hal itu,upaya kesehatan terpadu (sehat rohani,jasmani,dan sosial) mutlak diperlukan untuk mewujudkan Indonesia sehat 2010. Keterpaduan upaya kesehatan tersebut meliputi pencegahan penyakit (preventif) ,penyembuhan (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif), dan peningkatan kesehatan (promotif). Berbagai cara bisa dilakukan dalam rangka memperolehderajat kesehatan yang optimal. Salah satu cara adalah memanfaatkan tanaman   obat   yang       dikemas




dalam bentuk jamu atau obat tradisional. Obat tradisional adalah obat jadi atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan,hewan, mineral,sediaan galenik,atau campuran bahan-bahan tersebut secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Pada kenyataannya, bahan obat alam yang berasal dari tumbuhan porsinya lebih besar dibandingkan yang berasal dari hewan atau mineral. Oleh karena itu,sebutan obat  tradisional (OT) hampir  selalu identik dengan tanaman obat (TO) karena sebagian besar OT berasal dari TO.

           III.  PEMBAHASAN

           A.   Efek  Samping Tanaman Obat atau Obat Tradisional
                                           
Definisi obat tradisional yang telah direkomendasikan Depkes,”…yang secara  tradisional digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman’. Pada kata secara tradisional  tersirat makna bahwa jenis bahan,cara menyiapkan,takaran,serta waktu dan cara penggunaan harus sesuai dengan warisan turun-temurun sejak nenek moyang. Akan tetapi, penyimpangan terhadap salah satu aspek dapat menyebabkan ramuan OT yang asalnya aman menjadi tidak aman atau berbahaya bagi kesehatan. Padahal jika diperhatikan, sering perkembangan zaman, banyak sekali hal-hal tradisional yang telah bergeser mengalami penyempurnaan agar lebih mudah dikerjakan ulang oleh siapapun. Misalnya, peralatan untuk merebus jamu, pada zaman dahulu masih menggunakan kuali dari tanah liat,sekarang sudah beralih ke panci dari aluminium. Contoh lain yaitu, alat untuk menumbuh sudah menggunakan alat-alat dari logam dan tidak lagi menggunakan alu dari kayu atau batu.Di samping itu, perlu disadari  pula bahwa memang ada bahan ramuan OT yang baru diketahui berbahaya,setelah melewati beragam  penelitian. Secara taksilogi, bahan yang berbahaya adalah suatu bahan,baik alami atau sintesis, organik maupun anorganik,yang karena komposisinya dalam keadaan, jumlah, dosis, dan bentuk tertentu dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh manusia atau hewan sehingga mengganggu kesehatan, baik sementara, tetap, atau sampai menyebabkan kematian. Sebagai contoh, bahan yang aman dalam dosis kecil kemungkinan dapat berbahaya atau toksis jika digunakan dalam dosis besar dan atau waktu lama. Jadi tidak benar, bila dikatakan OT/TO tidak memiliki efek samping. Sekecil apapun efek samping tersebut tetap ada.  Ada beberapa contoh , antara lain merica (piperis sp) pada satu sisi baik untuk diabetes , tetapi merica juga berefek  menaikkan tekanan darah ;sehingga bagi penderita diabet sekaligus hipertensi dianjurkan tidak memasukkan merica dalam ramuan jamu /OT yang dikonsumsi. Kencur (kaempferia galangan) memang bermanfaat menekan batuk,tetapi juga berdampak meningkatkan tekanan darah sehingga bagi penderita hipertensi sebaiknya tidak dianjurkan minum beras kencur. Demikian juga dengan brotowali (tinospora sp) yang dinyatakan memiliki efek samping  dapat mengganggu kehamilan dan menghambat pertumbuhan plasenta. Walaupun demikian,efek samping TO/OT tentu tidak bisa disamakan dengan efek samping  obat modern. Dalam TO terdapat suatu mekanisme yang disebut-sebut sebagai penangkal atau dapat menetralkan efek samping tersebut,yang dikenal dengan SEES (Side Effect Eleminating Subtanted). Sebagai contoh,  di dalam kunyit terdapat senyawa yang merugikan tubuh, tetapi di dalam kunyit  ada zat anti untuk menekan  dampak negatif tersebut. Contoh lainnya yaitu, dalam perasan  air tebu terdapat  senyawa diabetes  (kencing manis)bisa mengonsumsi air perasan tebu, tetapi dilarang minum gula walaupun gula merupakan hasil pemurnian dari tebu Sacchaarant yang ternyata berfungsi sebagai antidiabetes. Oleh karena itu,penderita
.
C.   Penyalahgunaan Obat Tradisional /Tanaman Obat
                                        
 Sebagaimana halnya obat-obat sintesis,OT/TO pun seringkali  disalahdigunakan oleh oknum tertentu. Kasus penyalahgunaan yang sering terjadi adalah jamu terlambat bulan dengan jamu pegal linu untuk abortus. Kasus yang lebih luas lagi adalah penyalahgunaan dalam proses produksi dengan cara menambahkan zat kimia tertentu/obat keras untuk mempercepat dan mempertajam khasiat sehingga dikatakan jamunya ‘lebih manjur, mujarab,ces-pleng’,dll. Adapun obat keras yang sering ditambahkan pada OT, antara lain, fenilbutazon,antalgin,deksametason, (untuk jamu pegal linu), parasetamol,CTM,coffein (untuk jamu masuk angin dan sejenisnya), teofilin, prednison (untuk sesak nafas),furosemid (untuk pelangsing) ,dsb. Padahal zat-zat kimia tersebut bisa menimbulkan dampak negatif yang membahayakan kesehatan. Sebagai contoh,fenilbutazon dapat menyebabkan pendarahan lambung dan merusak hati, antalgin, dan prednison ginjal.
      
            III.  PENUTUP   

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa OT/TO dapat bermanfaat  untuk.meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bila digunakan secara tepat. Ketepatan itu menyangkut tepat dosis,cara dan waktu penggunaan,serta pemilihan bahan ramuan yang sesuai dengan indikasi penggunaannya. Sebaliknya, OT/TO pun dapat berbahaya bagi kesehatan bila kurang tepat penggunaannya (baik cara membuat, takaran, waktu, maupun pemelihan bahan ramuan) atau memang sengaja disalahgunakan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapat informasi yang lengkap tentang TO/OT untuk menghindari hal-hal yang merugikan kesehatan.

KEPUSTAKAAN
Kompas, November 2001.Jamu Campur Obat Keras Dicabut Registrasinya



TUGAS
A.  TUGAS DI KELAS
1.Sebagai peserta seminar,ajukanlah pertanyaan singkat sesuai permasalahan yang telah dibahas pemakalah! Masing-masing peserta mengajukan satu pertanyaan!
 ………………………………………………………………………………………………………………………………………
2.Sebagai peserta seminar, Anda pun dapat memberi tanggapan, baik kritik atau dukungan.  Berikan pendapat Anda terhadap makalah yang telah dipresentasekan! Pendapat Anda harus disertai alasan yang kuat!
…………………………………………………………………………………………………………………………………
3. Sebagai ketua/moderator,Coba Anda simpulkan hasil seminar tersebut. Begitupula dengan peserta seminar simpulkan hasil seminar tersebut!
     ....................................................................................................................................................................................

B. Tugas di Rumah
      Nontonlah Talk Show   di Tv Metro atau TV One. Setelah menonton tulislah laporannya!
      Tema Talk Show                                      ............................................................................................................................................................

      Tempat & Waktu                    ..............................................................................................................................................
      Moderator                                            ..............................................................................................................................................

      Pembicara   1
              ...............................................................................................................................................
      Pembicara    2
                           ..............................................................................................................................................
      Pembicara     3
                                  ................................................................................................................................................
      Isi Seminar
                                         ..................................................................................................................................................................................
Kesimpulan :
A. Pembicara 1
............................................................................................................................................................
B. Pembicara 2
............................................................................................................................................................
      C. Pembicara 3
...........................................................................................................................................................
Rangkuman Pembicaraan
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................























STANDAR   KOMPETENSI                                                    
         Menulis                                       
         16. Menulis naskah drama.
         KOMPETENSI DASAR                                            
          16.1  MendeskripsIkan perilaku manusia melalui dialog naskah drama.          
          16.2  Menarasikan pengalaman manusia dalam bentuk adegan dan latar pada naskah drama.
          INDIKATOR
1.     Menulis teks drama dengan menggunakan bahasa yang sesuai untuk:
·          mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog.
·          menghidupkan konflik.
·          memunculkan penampilan. 
·          memunculkan kelogisan cerita.
2.     Menuliskan pengalaman sendiri yang menarik.
3.     Menarasikan pengalaman sendiri dalam bentuk adegan drama.
4.     Menghadirkan latar yang mendukung adegan.
                     
MATERI  PEMBELAJARAN

MENULIS  NASKAH  DRAMA BERDASARKAN  PENGALAMAN

  Menulis naskah drama tidak sama dengan menulis karya sastra berbentuk cerpen atau puisi. Penulis drama perlu mempertimbangkan bagaimana naskah yang disusun dapat dipertunjukkan atau dipentaskan di atas panggung. Oleh sebab itu,penulis naskah drama harus mempunyai visualisasi panggung untuk naskah yang ditulisnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh penulis adalah penyusunan dialog. Dialog harus dapat mendeskripsikan watak tokoh, membantu memaparkan jalan cerita dengan berbagai peristiwa dan konflik (konflik merupakan keharusan yang dimunculkan dalam naskah drama dengan tahapan-tahapannya,yaitu awal konflik, puncak, dan penyelesaian). Tuturan dialog antartokoh pun  harus memiliki hubungan utuh antara satu adegan dengan adegan lain. Dialog juga dapat menghidupkan peran pemain. Oleh  karena itu,dialog yang disusun dalam naskah adakalanya diberi penjelasan yang dituliskan dalam kurung. Misalnya, penjelasan petunjuk gerak untuk mengekspresikan perilaku tokoh,penjelasan mimik untuk menggambarkan watak tokoh, penjelasan suasana hati untuk menggambarkan perasaan tokoh sampai kepada penggambaran tokoh protagonis (pemeran tokoh utama), antagonis (penentang tokoh utama),atau tirtagonis (tokoh penengah).
Menulis teks drama dapat Anda lakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yakni dengan cara mengadaptasinya dari cerita pengalaman yang pernah  Anda atau orang lain alami. Adapun langkah-langkah yang dapat Anda lakukan dalam menyusun naskah drama tersebut yaitu:
1.  Tulislah dahulu cerita pengalaman yang telah Anda alami ke dalam bentuk cerpen.
2.  Datalah setiap adegan tokoh,deskripsi latar, dan dialog dalam cerita pengalaman tersebut .
3.   Ubahlah setiap narasi dialog dalam teks cerita ke dalam dialog drama. Untuk mengubahnya, Anda harus mengubah kalimat-kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung.
Contoh:
Teks cerita pengalaman:
“ Hoi Jar, jang an ngelamun terus! Ibu yang di situ tuh!”.Kata Eka sambil menunjuk seorang Ibu. Lalu,aku menghampiri ibu itu.
“ Siang Bu, mau dipotong model apa?” sapaku kepada ibu itu.
“ Terserah deh, Mas,pokoknya jangan terlalu pendek ya!” jawabnya.
Teks  drama:
Eka    :  Hoi Jar, jangan ngelamun terus! Ibu yang di situ tuh!
              (Tedi pun menghampiri ibu itu).
Tedi  :   Siang Bu, mau dipotong model apa?
Ibu     :  Terserah deh, Mas, pokoknya jangan terlalu pendek ya!
4.     Narasi tentang deskripsi latar dalam teks cerita dapat Anda kutip secara   langsung ke dalam
       Teks drama. Anda hanya perlu membubuhkan  tanda kurung kurung buka tutup ( (.....) ) untuk membedakan dialog dan deskripsi latar.




       Contoh:
Teks cerita pendek:
Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, Tedi segera mengunci pintu dan menutup jendela. Udara malamyang dingin mengantarnya ke tempat tidur. Mata Tedi belum juga terpejam walaupun ia sudah meletakkan kepalanya ke bantal.
Teks drama:
(Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, Tedi segera mengunci pintu dan menutup jendela. Udara malam yang dingin mengantarnya ke tempat tidur. Mata Tedi belum juga terpejam walaupun ia sudah meletakakkan kepalanya ke bantal).
4.Jika perlu, tambahkan pula deskripsi-narasi proses pementasannya. Seperti: Pada saat layar
   Dibuka,panggung menggambarkan suasana kamar yang berantakan. Cahaya lampu menyorot sebuah meja kayu  yang penuh dengan debu. Atau setelah para tokoh memasuki pintu belakang panggung, layar pun tertutupmenandakan pementasan telah selesai.
                      
                     Contoh teks drama berdasarkan pengalaman:
INGIN  JADI   PELAUT
Karya:  Nurmin,S.Pd.
Sutradara:  Nurmin,S.Pd.
Narator: Haerudin
Para Pelaku:
                                                                            Sulisman                 sebagai        Pak  Sam
                                                                            Ahmad Ati               sebagai        Pak  Rian
                                                                            Kamaria                  sebagai         Ibu
                                                                            Muslani                   sebagai         Calon Taruna
                                                                            Rusmal                   sebagai          Bapak Tua
                                                                            Dahlan                    sebagai          Anak (Calon Taruna)
                                                                             Hasan Impi            sebagai           Sang Buta (Calon Taruna)
                                                                             Zainuddin               sebagai           Pejabat Pemerintahan

Latar
        Ruangan yang menggambarkan suasana tempat pendaftaran calon taruna. Pak Sam telah berada di ruangan tersebut sambil merapikan kursi dan meja serta menyimpan map-map dengan rapi di atas meja. Dan masuklah Pak Rian dengan memegang meter.

Pak Rian      : (Masuk mendekati Pak Sam) Bapak sudah lama tiba,ya!
                        Pak Sam      : (Menulis) sudah sejam yang lalu (melihat ke arah Pak Rian)belum ada yang   mendaftar,apa
                                                 Mereka tidak senang ya menjadi pelaut (berpikir).
                        Pak Rian      :  Tunggu saja sebentar (melihat keluar) Itu, ada yang datang sang ibu bersama anaknya.
                       
(Masuklah ibu bersama anaknya yang sangat tinggi. Sang Ibu memakai sarung  dan baju kebaya serta selendang yang dililitkan  di leher. Sedangkan sang anak memakai levis dan baju kaos)
Ibu                :  Assalamu alaikum.
(Pak Sam dan Pak Rian menjawab serempak): Waalaikum salam.
Ibu               :  Saya ingin daftarkan anakku di sini,ia ingin jadi pelaut.
Pak Rian  : Oh,ini cocok! (mengelilingi calon taruna tersebut) Soalnya tingginya sudah memenuhi    syarat (mengukur calon calon taruna dengan motor).
Pak Sam      :  Kalau sudah memenuhi syarat , kita tulis saja namanya. Siapa namamu? (melihat ke  arah calon taruna ,memegang folpen).
Calon Taruna  : Namaku La Kapten.
Pak Rian       :  Ah! (heran) itu kan nama gelar pelaut.
Ibu                 :  Kuberikan nama La Kapten agar besok  lusa bisa menjadi seorang pelaut yang handal.  
Pak Sam        :  Sudah ditulis nama anak ibu, ibu bisa pulang,minggu depan tes kesehatan.
(Kemudian Ibu dan anak itu pulang,tapi dompet ibu itu jatuh,ibu itu tidak sadar dompetnya jatuh).
Pak Rian        :  Ibu,ibu dompetnya jatuh (ia berlari tapi ibu itu tidak mendengar berjalan terus).
Pak Sam         :  Sudahlah paling juga akan datang mencari dompetnya di sini.
(Kemudian masuk lagi bapak dan anak. Bapaknya sudah tua, sang anak pendek, dan sudah memakai pakaian




Seragam pelaut lengkap dengan baretnya).
Bapak Tua     :  (Masuk dengan memegang tongkat) Apa di sini tempat mendaftar jadi pelaut?
Pak Sam         :  Iya, siapa yang mendaftar pa?.
Bapak Tua    :  Anak saya (mencari anaknya) Mana anakku tadi,tadi dia ikut,mana dia,ya! Siar di mana kau?
Siar                  :  (Masuk) Ini saya,Pa (sambil berlari).
Bapak Tua      :   Ini anakku,Pa! (memegang tangan anaknya).
Pak Rian        :  (Mendekati bapak tersebut) Pa, di sini kami menerima seorang pelaut dengan tinggi rata-rata 150 cm, anak bapak tidak memenuhi syarat.
Siar         :  Pa, aku ingin  masuk di sini jadi pelaut,lihat aku sudah pakai seragamnya (melihat pakaiannya)
Bapak Tua      :  Iya, anak saya ini sangat besar sekali harapannya masuk di sini jadi pelaut,pakaiannya    saja sudah saya belikan.
Siar                   :  Iya, pa, harganya mahal dan untuk membeli pakaian,Ayah saya menjual tanah.
Pak Sam          Kami tidak tau itu,yang kami tau, kami tidak bisa terima karena dia pendek. Bagaimana     nanti dia bawa kapal?
Pak Rian           : Iya,salah bapak sendiri, tidak mau bertanya dulu ke sini,apa diterima atau tidak,jangan langsung belikan baju.
Bapak Tua       : Bapak tidak tau,bahwa kami ini keluarga pejabat pemerintahan,nanti akan kulaporkan bapak berdua supaya dipecat (menarik tangan anaknya untuk pulang tetapi sang anak tidak mau).
Siar                   : Aku tidak mau pulang,pa! sebelum diterima (sedih).
Bapak Tua     : Ayo, kita pulang (menarik tangan anaknya,Siar hanya duduk tidak mau berdiri, Siar ditarik-tarik tapi, sang anak bertahan,akhirnya bapak tua itu mengambil tongkatnya dan dipukulkan kepada anaknya). Kalau kamu tidak pulang, saya pukul (memukul anaknya)
Siar                 : (ia meringis kesakitan). Sakit  pa, sakit pa,baiklah pa aku pulang tapi jangan pukul aku (siar berlari pulang meninggalkan ayahnya sendiri,sang ayah mengikuti dari belakang).
(Kemudian masuk seorang buta memakai pakaian seragam lengkap dengan baretnya,memakai kacamata hitam dan mmegang tongkat berjalan sambil meraba-raba).
Sang Buta          :  Apa di sini tempat mendaftar jadi pelaut?
Pak Rian            :  Iya, siapa yang akan mendaftar?
Sang Buta          :  Saya sendiri.
Pak Sam             :  Apa kamu buta?
Sang Buta          :  Saya tidak buta, saya bisa melihat (membuka kacamatanya).
Pak Rian            :  (Menggoyang-gyangkan tangannnya, di depan mata sang buta,sang buta tak berkedip).
                                Kenapa kamu jalan meraba-raba?
Sang Buta          :  Lihatlah baik-baik Pa, lihat bola mataku (kedua guru tersebut melihat bola matanya). Bagaimana Pa, ada pelangi di bola mataku kan!
(Kedua guru tersebut menganggunk-angguk)
Pak Sam     :  Coba kamu jalan tanpa tongkat (mengambil tongkat dan kacamatanya. Pak Sam memanggil Pak Rian untuk berdiri di depan dengan isyarat,kemudian menyuruh sang buta jalan, namun belum lama berjalan ia menabrak Pak Rian).
Pak Rian        :  Jelas,bahwa kamu memang buta, orang di depanmu saja kamu tabrak walaupun matamu         melihat.
Sang Buta      :   Memang, aku buta, sejak kecil aku bercita-cita ingin jadi kapten,sebenarnya mataku dulu normal. Namun karena pe3nyakit yang menyerangku membuat kubegini (menunduk sedih).
(Pak Sam menghampiri sang buta memberikan tongkatnya dan memasangkan kacamatanya).
(Masuk sang  Ibu bersama anaknya).
Ibu                   :  Apa bapak liat dompet saya?
Pak Rian         :  Ini Bu, (memberikan dompet) tadi jatuh,kami panggil-panggil tapi ibu tidak dengar.
(Masuklah sang Bapak Tua bersama s3eorang yang memakai jas lengkap dengan dasinya. Di belakang bapak  tersebut menyusul Siar ,masih memakai pakaian seragam pelaut. Kedua bapak guru tersebut menjemput bapak bapak pejabat tersebut dan menundukkan kepala serempak mengucap salam).
Pak Rian dan Pak Sam : Selamat siang, Pa! (menundukkan kepala).
Bapak Pejabat          : Siang juga (dengan wajah sinis) Tolong, terima anak ini (memegang pundak sang anak) kebesaran hatinya ingin masuk di sini menjadi seorang pelaut,jangan kuburkankeinginan dan semangatnya menjadi seorang pelaut.
Pak Rian dan Pak Sam  : Iya, Pa! (sambil menunduk)
Bapak Pejabat                : Oke, saya masih banyak urusan di kantor,Ayo, kita  pulang!
(Mereka pulang satu persatu secara teratur).




 TUGAS 
  A. Tugas Individu di Kelas   
1.     Tulislah sebuah pengalaman yang tidak akan pernah Anda  lupakan dalam tiga paragraf saja! Munculkan tokoh ,latar, dan dialog-dialog yang menarik!          
2.     Ubahlah  cerita yang telah Anda tulis dalam bentuk adegan drama satu babak! Ingat-ingatlah bagaimana cara menulis naskah drama!    
                                                  
  B.  Tugas Kelompok di Rumah
Secara berkelompok, tulislah teks drama satu babak di kertas HVS dan diketik! Sebelumnya tetapkan tema, tokoh dan penokohan, serta konflik, dan latar drama! Teks drama tersebut diharapkan mampu: a. mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog;   b. menghidupkan konflik;  c. memunculkan penampilan (performance); d. menunjukkan kelogisan cerita.



















































                                   
STANDAR  KOMPETENSI
Membaca
11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif.
KOMPETENSI  DASAR
        11.2 Membedakan fakta dan opini pada editorial dengan membaca intensif.                      
        INDIKATOR   
·          Menemukan fakta dan opini penulis tajuk rencana atau editorial.
·          Membedakan fakta dan opini.
·          Mengungkapkan isi tajuk rencana atau editorial.


 
 MATERI  PEMBELAJARAN
                         
 MEMBACA TAJUK RENCANA DAN MENEMUKAN  FAKTA  DAN OPINI
                       
                  Tajuk rencana atau editorial => kolom khusus yang terdapat di surat kabar. Tajuk rencana atau editorial mengungkapkan pendirian pemimpin surat kabar atau majalah terhadap beberapa pokok masalah yang dianggap paling penting atau masalah yang sedang hangat terjadi di masyarakat. Tajuk rencana atau editorial mengandung  fakta dan opini penulis.
                   Fakta=> hal yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada terjadi dan ada  buktinya. Misalnya ada benda,orang, waktu,tempat, peristiwanya, jumlahnya atau dapat menjawab pertanyaan dengan kata tanya: apa, siapa, kapan, di mana, berapa.
           Contoh:   Masa orientasi siswa (MOS) baru MAN Bau-Bau dilaksanakan mulai tanggal s.d 16 Juli 2007 di Aula MAN Bau-Bau sebanyak 190 peserta.
                  Contoh tersebut di atas dapat menjawab  pertanyaan:
           Apa                          :     MOS
           Siapa                      :    siswa baru MAN Bau-Bau
           Kapan                     :    tanggal 14 s.d 16  Juli 2007
           Di mana                  :    Aula MAN Bau-Bau
           Berapa                    :    190 peserta

                   Opini  => pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang terhadap sesuatu hal atau seseorang. Atau dapat menjawab pertanyaan bagaimana.
           Contoh:  Puisi yang disampaikan Irma sangat memukau penonton pada acara “Ramah Tamah HUT RI ke-67”.
                    Contoh tersebut menjawab pertanyaan:
           Bagaimana puisi yang dibawakan Irma ?sangat memukau penonton.

TAJUK  RENCANA

KENAIKAN BBM
     
Tak lama setelah BBM naik, 38 juta rakyat miskin seharusnya sudah tidak dipusingkan lagi dengan biaya kesehatan dan pendidikan. Kepastian itu pun datang. Pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata sebesar 29%. Kenaikan harga BBM itu memang tidak populer, dan merupakan pil pahit bagi masyarakat. Buktinya,aksi demo menentang kebijakan ini marak di mana-mana di seluruh tanah air,
Pemerintah beralasan,jika tidak dinaikkan,beban subsidi BBM akan terlalu besar untuk tahun ini, sekitar Rp 61 triliun. Dengan kenaikkan ini,bukan bararti subsidi hilang,tetapi jumlahnya menurun menjadi sekitar Rp 31 triliun. Kita pernah mencita-citakan hilangnya subsidi BBM pada akhir 2004. Namun, kenaikan harga minyak dunia yang terus-menerus,menyebabkan subsidi terus membengkak. Kondisi ekonomi dunia yang tidak pasti menyebabkan kita tidak bisa mengira-ngira kapan kita bisa hapus subsidi.
                Subssidi tidak terlalu jelek. Subsidi yang kita inginkan adalah subsidi harga (price subsidy) BBM sebab penikmat terbesar subsidi adalah golongan berpunya. Subsidi harga BBM ini hanya dinikmati 7% dari 38 juta penduduk miskin. Subsidi yang seharusnya subsidi langsung (direct subsidy) kepada rakyat dalam bentuk program-program terpadu untuk meningkatkan kualitas hidup, seperti kesehatan dan pendidikan.
                Oleh karena itu, kenaikan BBM kali ini hendsaknya jangan dipandang sebagai sebuah pencabutan subsidi, tetatpi sebagai pengalihan subsidi , dari subsidi harga ke subsidi langsung. Jika  sekarang masyarakat bergejolak, itu karena masyarakat terus dininabobokan oleh BBM yang murah,ketika barang dan jasa lainnya terus melambung.



                Bagaimanapun juga,aksi-aksi demonstrasi mahasiswa tidak perlu dipandang  sebagai antikenaikan BBM. Mahasiswa adalah hati nurani rakyat. Mereka hidup bersama rakyat. Mereka adalah pihak pertama yang menangkap kegetiran rakyat.  Jika, menilik masih adanya subsidi sebesar Rp31 triliun, ini  merupakan isyarat bahwa kenaikan BBM yang sekarang bukan untuk teraklhir kalinya. Jika, kita masih menjadi net importer minyak, setiap kenaikan harga minyak dunia tidak akan menjadi rezeki nomplok (windfall profit). Pmerintah terus dihadapkan dengan keharusan menaikkan harga. Kenaikan harga minyak dunia akan selalu menjadi keuntungan pendek (shortfall profit) yang harus disalurkan lagi untuk subsidi.
                Selagi investasi di sektor migas belum tumbuh,status net importer akan terus melekat. Selama itu pula, politik menaikkan BBM akan terus berulang-ulang dan menjadi persoalan rutin yang tidak pernah terselesaikan. Cara menyelesaikan adalah meyakinkan rakyat bahwa kenaikan BBM ini bukanlah pencabutan subsidi untuk rakyat, tetapi sebuah pengalihan subsidi.
                                                                                                                                                                      ( Sumber:www. pikiran rakyat)
TUGAS
 A.  Tugas di Kelas
       1.  Tuliskan pendapat/opini penulis dalam tajuk rencana tersebut! Satu kalimat opini!        
       2. Tuliskan fakta yang terdapat dalam tajuk rencana tersebut! Satu kalimat fakta!
       3. Simpulkan isi tajuk rencana tersebut!

B.    Tugas di Rumah
Carilah Tajuk Rencana atau Editorial di majalah atau surat kabar.Kemudian guntinglah tajuk tersebut lalu ditempel  di kertas HVS atau difotokopi kemudian ditempel di kertas HVS, setelah itu tentukan satu pendapat/opini dan satu fakta serta kesimpulan tajuk atau editorial tersebut!Kegiatan ini secara kelompok sebanyak 10-12 orang, masing-masing anggota satu kelompok mencari tajuk atau editorial kemudian dijilid.

















































               
                    STANDAR  KOMPETENSI
                        Menulis
                        12.  Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman/ringksan, notulen rapat, dan karya     ilmiah. 
                        KOMPETENSI  DASAR
                        12.3   Menulis karya ilmiah seperti hasil pengamatan dan penelitian.                                      
                     INDIKATOR
·          Mendaftarkan hal-hal yang perlu ditulis, berdasarkan topik yang dipilih.
·          Menentukan gagasan yang akan dikembangkan dalam karya tulis (berdasarkan pengamatan atau penelitian.
·          Menyusun kerangka karya tulis.
·          Menyunting karya tulis sendiri atau karya teman.
 
 MATERI  PEMBELAJARAN          
                              
 MENULIS  KARYA  TULIS   ILMIAH   (PENELITIAN ATAU PENGAMATAN)
                              
                    Karya tulis ilmiah =>karya yang ditulis berdasarkan hasil penelitian atau pengamatan pada  objek.
    Sebuah karya tulis dapat dikatakan ilmiah bila memenuhi syarat-syarat,antara lain:
      1. mempunyai suatu masalah berikut pemecahannya;
      2. masalah bersifat objektif;
      3. isi tulisan lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan;
      4. tulisan disusun dengan metode dan sistem tertentu.
    Karya tulis ilmiah mempunyai ciri-ciri tertentu,yaitu:
     1.   logis (masuk akal);
     2.  sistematis (disusun dalam urutan yang menunjukkan adanya kesinambungan);
     3.  objektif (menjelaskan apa adanya sesuai dengan bukti);
     4.  tuntas (dikupas secara mendalam);
     5.  seksama (cermat agar terhindar dari kekeliruan);
     6.  kebenarannya dapat diuji;
      7. jelas (dikemukakan dengan bahasa yang mudah dimengerti);
     8.  penyajiannya memperhatikan santun dan tata tulis yang lazim

              Contoh-contoh karya tulis ilmiah:
           1.laporan=>suatu tulisan yang disusun oleh seseorang setelah melakukan percobaan,peminjaman,observasi,pembacaan buku (referensi dsb).
            2.Makalah =>tulisan yang berisikan prasaran,pendapat yang turut membahas suatu pokok persoalan yang akan dibacakan dalam rapat kerja,simposium,seminar, dan sejenisnya.
            3.Skripsi => karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian ataupun telaah pustaka sebagai prasyarat untuk memperoleh gelar sarjana di jenjang perguruan tinggi dan dipertahankan di depan sidang ujian,untuk memperoleh gelar SI (Strata Satu).
4. Tesis =>karya ilmiah yang tarafnya lebih lebih mendalam dan lebih metodis daripada skripsi untuk memperoleh gelar master (S2).
5. Disertasi =>karya tulis ilmiah untuk memenuhi salah satu persyaratan mencapai gelar doktor (S3).

                   Sistematika karya tulis (makalah):
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
        A.  Latar Belakang
        B.  Rumusan Masalah
C.  Tujuan penulisan



        D.  Manfaat Penulisan
 BAB II PEMBAHASAN
  A.….
  B….
 C.….dst
 BAB III PENUTUP
 A.Simpulan
 B.Saran
 DAFTAR PUSTAKA
                                                                                                                                 
      Sistematika karya ilmiah yang lengkap,yaitu:
       1. Halaman Judul
    Biasanya ditulis: -simetris
                                   -judul huruf kapital
                                                      -jenis karangan ditulis kapital
                               -etiket karangan ditulis dengan huruf kecil.
                                   -kata oleh ditulis dengan huruf kecil
                                   -nama penulis ditulis dengan huruf kapital
                                   -tempat dan tahun ditulis dengan huruf kapital
 2.  Halaman Motto
      Boleh dicantumkan boleh tidak
 3.  Halaman Pengesahan
Demikian pula cara penulisan halaman pengesahan,tidak ada yang tetap. Hal ini bergantung dari buku acuan penulisan karya ilmiah.
4.    Kata Pengantar
        Ditulis dengan huruf kapital  (KATA PENGANTAR)
        Hal-hal yang harus tercantum dalam kata pengantar pada umumnya adalah:
-          ungkapan puji syukur;
-          tujuan penulisan
-          kesulitan yang dihadapi;
-          ucapan terima kasih kepada yang memberikan bantuan
-          bersedia menerima saran dan kritik
-          harapan yang diinginkan penulis.
5.    Daftar Isi
        Ditulis dengan huruf kapital (DAFTAR ISI)
6.    Daftar Tabel
        Ditulis dengan huruf kapital (DAFTAR TABEL)
7.    Abstrak
Ditulis dengan huruf kapital (ABSTRAK)
        Jarak antara judul dan uraian adalah empat spasi.Nomor  halaman pada bagian 1-7     
                                ini ditulis dengan menggunakan angka Romawi kecil (i,ii,iii,…)
8.    Bab Pendahuluan
       Terdiri atas beberapa bagian,yaitu:
a.     latar belakang masalah;
b.     perumusan masalah;
c.     tujuan penelitian;
d.     metode penelitian;
e.     sistematika penelitian;
f.      hipotesis;
g.     waktu dan lokasi penelitian
9.    Bab Kerangka Teori
Berisikan teori-teori yang dipakai dalam penelitian.
10.  Bab Metodologi Penelitian
        Berisikan metode dan teknik penelitian yang akan dipakai dalam penelitian ini.
11.  Bab Pembahasan Hasil Penelitian
Berisikan pembahasan atau analisis dari data-data yang diperoleh di lapangan.




12.  Bab Penutup
        Berisikan simpulan dari hasil penelitian dan saran penulis mengenai penelitiannya.
13.  Daftar Pustaka
Berisikan  sumber-sumber atau referensi berupa buku,kutipan,tulisan yang dipakai sebagai kerangka teori.
14.   Lampiran
 Berisikan hal-hal tambahan atau data-data tambahan penelitian yang perlu dicantumkan dan riwayat hidup penulis. Nomor   halaman pada bagian 8-14 ini ditulis dengan menggunakan angka Romawi biasa (1,2,3,…).
                                     Teknik Penulisan Isi Karya Ilmiah:
1.      Diketik di atas kertas kwarto dengan jarak 2 spasi,ukuran atas dan kiri 4cm,bawah dan kanan 3cm.
                                4cm

 

                4cm                                   3cm    


                                3cm
2.     Penyusunan judul bab dan subjudul diberi nomor secara beraturan dankonsisten
Contoh:  BAB I
                                 A.…
                                 B.…
                                  1…
                                 2…
3.     Judul bab ditulis dengan huruf kapital seluruhnya,sedangkan subbab dengan huruf kapital pada awal katanya saja,kecuali pada kata tugas atau kata penghubung atau kata depan menggunakan huruf kecil kecuali terletak di awal kalimat menggunakan huruf kapital.
4.     Jarak dari judul bab ke subjudul 4 spasi,sedangkan dari subjudul ke uraian atau paragraf baru 2 spasi.
5.     Dari uraian terakhir ke subbab diberi jarak 4 spasi.
6.     Pengetikan nomor halaman pada setiap judul bab diletakkan di bawah bagian tengah    (sentral),sedangkan untuk halaman selanjutnya,nomor halaman diletakkan di atas sebelah kanan.
Contoh halaman judul karya tulis ilmiah:
                  
    
PEMBELAJARAN  MENULIS  PARAGRAF  DEDUKTIF  DAN  INDUKTIF  DENGAN  STRATEGI  MODELING

L

O

G

O

Karya Tulis  Ilmiah
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah
Pada Tingkat Provinsi Sultra

Oleh:
N U R M I N, S.Pd.
NIP. 150363296

DEPARTEMEN AGAMA KOTA BAU-BAU
MAN BAU-BAU
BAU-BAU
2009
!






Contoh halaman kata pengantar:


 
KATA  PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena dengan izin-Nya jualah sehingga karya ilmiah ini yang berjudul:”Pembelajaran Menulis Paragraf Deduktif  dan Induktif dengan Strategi Modeling” dapat diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Lomba Karya Tulis di tingkat provinsi Sulawesi Tenggara.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dari seluruh kegiatan penyusunan ini,mulai dari tahap perencanaan hingga selesainya karya tulis ilmiah ini senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk dari rekan-rekan guru bahasa Indonesia pada MAN Bau-Bau.Untuk itu penulis ucapkan terima kasih.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan karya tulis ilmiah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu,kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi perbaikan atau penyempurnaan karya tulis ilmiah ini.Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan pahala yng setimpal. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat kepada penulis maupun kepada pembaca sekalian. Amin.
                                                                                                                                                                                         Bau-Bau, Januari 2009                                                                                                                                                     Penulis,


 
                                                                         !!

Contoh halaman abstrak:

ABSTRAK
PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF DENGAN STRATEGI MODELING
Oleh:
NURMIN,S.Pd.

      Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran tentang tingkat kemampuan siswa kelas XII Jurusan Bahasa MAN Bau-Bau mengenai  pembelajaran menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling.
        Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling.
        Metodologi penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik tes. Tes yang dilakukan oleh peneliti adalah tes kemampuan siswa dalam menulis paragraf deduktif dan indukif dengan strategi modeling. Kemudian peneliti akan mengidentifikasi paragraf deduktif dan induktif. Setelah dianalisis data tersebut dijabarkan dengan cara deskripsi.
        Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa kemapuan siswa kelas XII Jurusan Bahasa dalam menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling sudah mampu memahami menulis paragraf deduktif dan induktif yaitu 17 orang siswa menulis dengan tepat,3 orang siswa menulis kurang tepat,sedangkan 4 orang siswa menulis paragraf dedukti tertukar dengan pola induktif begitu juga sebaliknya. Jadi,kesimpulan terakhir bahwa kelas XII Jurusan Bahasa pada MAN Bau-Bau telah mampu dalam menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling.

!v



Contoh halaman Bab I,II, dan III:


 
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
      Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah Tingkat Atas bertujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Keterampilan menulis sebagai salah satu keterampilan


berbahasa merupakan suatu keterampilan yang perlu dimiliki siswa Sekolah Tingkat Atas agar mampu berkomunikasi secara tertulis. Dalam kurikulum 1994 dikemukakan bahwa siswa hendaknya mampu mengungkapkan gagasan,pendapat,dan pengalamannya secara tertulis dan memiliki kemampuan menulis (Depdikbud,1994:9).
.......
2.    Rumusan Masalah
       Masalah dalam penelitian ini,adalah: Bagaimanakah Pembelajaran Menulis Paragraf Deduktif dan Induktif dengan Strategi Modeling?”.
3.    Tujuan  Penulisan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran menulis paragraf deduktif dan induktif dengan starategi modeling.
4.    Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah,sbb:
1.     dapat memberikan informasi kepada guru dan siswa tentang pembelajaran menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling.
2.     dapat memberikan sumbangan pemikiran positif kepada siswa MAN Bau-Bau tentang keterampilan menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling.
5.    Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah tentang keterampilan menulis paragraf deduktif dan induktif dengan strategi modeling

                              
BAB II
         KERANGKA TEORI
                        A.     Pengertian  Paragraf
                                   Paragraf atau alinea adalah suatu kesatuan pikiran yang lebih luas dari kalimat..........
                         B.     Pengertian  Modeling
               Modeling merupakan komponen penting dalam contextual teaching learning (pendekatan  kontekstual).....................
            (Oka,2002:1).
                        C.    Syarat-syarat pembentukan paragraf
             Paragraf  yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu,syarat-syarat itu,ialah:
 1.       Kesatuan
                  Tiap paragraf hanya mengandung  satu pikiran atau satu tema.......
 2.       Koherensi
                          Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah paragraf ialah koherensi atau kepaduan..........
3.        Kelengkapan
             Satu pargraf dikatakan lengkap,jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk penunjang kalimat topik/kalimat utama........
D.   Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif                       
1.   Paragraf Deduktif
2.   Paragraf Induktif





 



         BAB III
METODOLOGI  PENELITIAN
A.   Rancangan  Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif artinya penelitian yang tidak menggunakan data statistik dengan  rancangan deskriptif........
B.   Instrumen  Penelitian
Dalam penelitian ini,yang menjadi instrumen adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama baik dalam mengumpulkan data maupun pengolahan data....
C.   Data dan Sumber Data
D.   Teknik Pengumpulan Data
E.   Teknik Analisis Data
 







 
  BAB IV
HASIL  PENELITIAN
A.     Menulis dengan Strategi Modeling
B.     Hasil  Menulis Paragraf Deduktif dan Induktif dengan Strategi Modeling (Setangkai Bunga Kembang Sepatu)





 


BAB V
PENUTUP

A.   Kesimpulan
          Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan peneliti maka dapat disimpulkan hasil analisis yang diperoleh yaitu:..................
B.    Saran
          Akhirnya penulis mengajukan saran  demi kemajuan pembelajaran bahasa Indonesia,sbb:
1.       Guru bahasa Indonesia harus menggunakan pemodelan dalam kegiatan keterampilan menulis sehingga siswa dengan cepat dapat menulis berdasarkan pem,odelan.
2.       Siswa dalam kegiatan menulis harus memperhatikan ejaan,struktur kalimat,dan pilihan kata.


 


                         
DAFTAR  PUSTAKA

 Depdikbud.1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta : Balai  Pustaka.

 Suparno dan Yunus. 2002.Keterampilan dasar Menulis.Jakarta: Universitas Terbuka.

 Tukan,P.2005. Mahir Berbahasa Indonesia 3B Kelas XII Program Ilmu Alam.Jakarta:Yudhistira.


 TUGAS
A.   Tugas  Kelompok di Rumah
       1.  Setiap kelompok menulis makalah di kertas kwarto dengan ukuran kertas 4cm atas dan kanan,3cm bawah dan kiri,menggunakan dua spasi dengan ukuran huruf 12. Setiap kelompok akan diundi untuk mendapatkan judul yang akan disusun menjadi sebuah makalah. Adapun judul-judul yang akan disusun menjadi sebuah makalah,sbb:
                          a.  Penggunaan Bahasa Resmi dalam Lingkup Kelas
              b.  Pengaruh Bahasa Daerah dalam Berbahasa Indonesia
              c.   Pemerolehan Bahasa Anak Umur Dua Tahun
                  d.  Bahasa yang Digunakan dalam Lingkup Kelas
                  e.   Bahasa Gaul Anak Remaja  
                  f.   Etika Berbahasa dengan Teman, dan Guru
                  g.  Penggunaan Bahasa dalam SMS
                Sebelum menyusun makalah,adakan pengamatan di kelas sesuai  dengan judul masing-masing kemudian mengumpulkan sumber-sumber yang lain,berupa buku,wawancara,angket,dsb.
       2.     Setelah menyusun  makalah,berikan makalah yang telah kalian tulis  kepada kelompok lain,kemudian suntinglah makalah tersebut! Makalah yang akan disunting mengenai ketepatan penggunaan bahasa (pilihan kata), rumusan kalimat,susunan paragraf,tanda baca, dan ejaan!
           
                       














 
                      KOMPETENSI  DASAR
                      Berbicara
                      10. Menyampaikan laporan hasil penelitian dalam diskusi atau seminar.                   
                      STANDAR KOMPETENSI
                       10.1   Mempresentasikan hasil penelitian secara runtut dengan menggunakan bahasa  yang baik dan benar.
                       10.2   Mengomentari tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil penelitian.  
                       INDIKATOR
·          Mengemukakan ringkasan hasil penelitian.
·          Menjelaskan proses penelitian dan hasil penelitian dengan kalimat yang mudah dipahami.
·          Mengemukakan tanggapan yang mendukung hasil penelitian.
·          Menanggapi kritikan terhadap hasil penelitian .
·          Menyampaikan alasan yang mendukung penolakan.
·         Mengomentari tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil penelitian.


 
MATERI  PEMBELAJARAN
                             
MENYAMPAIKAN  HASIL  PENELITIAN

              Penelitian merupakan salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan atau untuk mengetahui suatu kebenaran. Misalnya,untuk sampai pada keluarnya keputusan tentang tata penyelenggaraan pilkada,Mahkamah Konstitusi harus melakukan serangkaian penelitian, yakni yang biasa disebut dengan uji materil terhadap perundang-undangan yang berhubungan dengan masalah itu. Hasil dari penelitian itulah yang kemudian dijadikan sebuah keputusan serta dikukuhkan dengan sebutan Keputusana Mahkamah Konstitusi.
                 Sebuah hasil penelitian lazimnya disusun dalam bentuk sebuah laporan yang menyampaiannya bisa secara lisan maupun tulisan.
                 Apabila laporan itu disampaikan secara lisan,kita tidak mungkin menyampaikannya secara mendetail. Waktu yang terbatas mengharuskan kita untuk menyampaikan laporan itu dalam bentuk pokok-pokoknya saja.
                 Berikut unsur-unsur pokok-pokok laporan penelitian:
1.     Pendahuluan, yang meliputi: latar belakang, tujuan, serta kegunaan penelitian.
2.     Proses atau langkah-langkah penelitian.
3.     Temuan-temuan penting.
4.     Simpulan dan rekomendasi.

           Agar pendengar lebih jelas dan mudah memahaminya,kita seharusnya menyampaikan hasil-hasil penelitian itu dengan grafik, tabel, atau gambar. Dalam hal ini kita dapat menggunakan media yang berupa kertas karton, overhead projektor (OHP), VCD, atau media lainnya yang sesuai.

TUGAS
Tugas di Kelas
           Presentasikan makalah yang telah disusun secara berkelompok di depan kelas! Sampaikan ringkasan hasil penelitian dan proses penelitian, mengemukakan tanggapan hasil penelitian, menanggapi kritikan hasil penilitian, menyampaikan alasan yang mendukung penolakan, mengomentari tanggapan orang lain terhadap hasil penilitian!















                  
                   STANDAR  KOMPETENSI
                    Mendengarkan
                     13. Memahami pembacaan cerpen.
                     KOMPETENSI  DASAR
13.1   Mengidentifikasi alur,penokohan,konflik,latar, sudut pandang,dan amanat cerpen dalam cerpen yang dibacakan.
13.2   Menemukan nilai-nilai dalam cerpen yang dibacakan.
                     INDIKATOR
·          Mengidentifikasi alur, penokohan, konflik, latar, sudut pandang, dan amanat cerpen yang di dengar.
·          Mendiskusikan alur,penokohan, konflik, latar, sudut pandang, dan amanat cerpen yang di dengar.
·          Menemukan nilai moral, budaya, dan sosial dalam cerpen.
·          Mendiskusikan nilai-nilai tersebut.


 
MATERI PEMBELAJARAN
                              
UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK CERPEN

               Cerpen=> cerita pendek yang melukiskan peristiwa pada suatu saat dan tidak perlu mengakibatkan perubahan nasib.
              Unsur intrinsik cerpen=> unsur yang terdapat di dalam cerpen:
1.     Tema=>Pokok masalah dalam suatu cerita. Misalnya masalah perjuangan,kepahlawanan,kekecewaan,kemunafikan,percintaan,keagamaan,dsb.
       Contoh: Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali,dan memandang mencari muka Wak Katok,...Akuilah dosa-           dosamu, Wak Katok,dan sujudlah kehadirat Tuhan, mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang,dan Maha Pengampun..........
       Masalah dalam kutipan novel adalah pertobatan karena berisi imbauan untuk mengakui kesalahan (dosa) agar   Tuhan mangampuni dosa yang telah dilakukan.
2.     Latar/Setting=> tempat terjadinya suatu cerita.
        Latar  terbagi: 1.  Latar tempat: di rumah,di kelas,dsb.
                               2.  Latar waktu: pagi,sore,malam,dsb.
                                3. Latar suasana:gembira,sedih, kecewa,gelisah,sepi, tenang,dsb.
Contoh latar tempat: Di lepau-lepau,di masjid dan di rumah, di mana orang laki-laki suka berkumpul.
Contoh latar waktu: Jam satu malam: cuaca gulita dan murung,hujan turun selembut embun.
Contoh latar suasana: Aku masih saja khawatir. Ramalan dukun-dukun itu mulai lagi mengganggu pikiranku.......
3.    Alur/Plot=>rangkaian peristiwa yang membentuk suatu cerita.
                           Tahapan alur: 1.  pengenalan/eksposisi/paparan.
                                                        2.  permasalahan/pertentangan/konflik.
                                                        3.  perumitan/penanjakan.
                                                   4.  klimaks/puncak ketegangan.
                                                   5.  antiklimaks/ketegangan mereda.
                                                    6.  penyelesaian (bahagia atau sedih).
                   Macam-macam alur: 1. alur maju, 2. alur mundur, 3. alur gabungan.
       Konflik=> bagian penting dari alur suatu cerita. Dalam sebuah cerita ada berbagai macam konflik, yaitu: a. konflik fisik/eksternal/jasmani:
       1.  konflik manusia dengan manusia: baku tembak,baku pukul,dsb.
       2. Konflik manusia dengan masyarakat: pelaku utama dibakar rumahnya oleh penduduk  atau diusir oleh penduduk karena membawa aib.
       3. Konflik manusia dengan alam sekitar: pelaku utama dengan alam agar alam tidak tandus.
       b. Konflk batin/internal/rohani:
   1. suatu ide dengan ide lain: pelaku utama bercita-cita ingin jadi penyanyi tetapi ortunya tidak setuju.
          2. seseorang dengan kata hatinya: pelaku utama berbicara dalam  hati tentang keinginannya yang tidak tercapai.                               
4.   Penokohan/perwatakan=> penggambaran watak ,karakter,sifat para tokoh.





Macam tokoh: 1. protagonis=>   berwatak baik.
                        2. antagonis=>     berwatak jahat.
                       3. tirtagonis=> penengah/pendamai antara tokoh protagonis dan antagonis
Penggambaran watak para pelaku oleh pengarang dapat dilakukan dengan tiga cara:
1.     secara analitik=> penggambaran secara langsung.
2.         secara dramatik=> penggambaran secara tidak langsung: dialog antartokoh, tingkah laku tokoh, pikiran-pikiran tokoh, tanggapan tokoh lain tentang tokoh utama.
3.        secara gabungan=>antara analitik dan dramatik saling bergantian.

        Untuk mengetahui watak/karakter tokoh dalam karya sastra:
a.     penggambaran fisik tokoh=> melalui ciri-ciri fisiknya: tokoh laki-laki yang tinggi besar, suara     keras,berkulit putih, rambut rapi.
b.     perilaku tokoh/tingkah laku tokoh=> dalam berjalan, saat berbicara menutup mulut, selalu menunduk mencerminkan watak tokoh yang pemalu.
c.     pikiran-pikiran tokoh:=>tokoh yang selalu berpikir paling kaya,paling pandai menunjukkan watak sombong.
d.     ucapan-ucapan tokoh=dialog antartokoh=si tokoh berbicara=>:banyak bicara mencerminkan cerewet.
e.     lingkungan di sekitar tokoh:=>tokoh yang tinggal di kamar rapi menunjukkan watak tokoh yang  rajin.
f.      tanggapan atau reaksi dari tokoh lain terhadap tokoh utama=> jika tokoh lain menyatakan bahwa   pelaku memiliki watak serakah,bisa jadi tokoh tersebut memang serakah.
g.     reaksi tokoh terhadap suatu masalah: menghadapi masalah apakah tokoh tersebut bunuh diri, berserah diri kepada Tuhan,dsb.
       Contoh perwatakan: “ Aku merasa ringan, kini aku sudah menceriakan kepada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini menghimpit hatiku dan kepalaku. Aku sudah mengakui dosa-dosaku, dan tolonglah doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni dosa-dosa Wak Katok...”. Pak Balam mendekatkan kedua belah telapak tagan seperti orang yang berdoa dan mulutnya komat-kamit..
        Watak Pak Balam dalam kutipan tersebut adalah jujur, yaitu dia mengakui dosa-dosa yang telah diperbuatnya di depan teman-temannya. Pengarang melukiskan watak tokoh melalui dialog ataupercakapan antartokoh.
5.   Amanat=> pesan yang disampaikan pengarang dalam cerita.
         Contoh: Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali, dan memandang mencari muka Wak Katok, dan ketika pandangan mereka bertaut. Pak Balam berkata kepada Wak Katok, “Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok dan bersujudlah kehadirat Tuhan.Mintalah ampun kepada Tuhan...... Supaya kalian selamat keluar dari rimba ini..
        Amanat yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah “Bertaubat dan minta ampun  atas dosa yang telah diperbuat,pasti Tuhan akan mengampuninya, dan hidupmu akan selamat.
6.   Sudut pandang/point of view=> cara pengarang mengisahkan cerita.
      Sudut pandang ada 2, yaitu: 
                  1.    Sudut pandang orang pertama:
a.        Orang pertama sebagai tokoh utama. Contoh: autobiografi,cerita rekaan seakan pengarang sendiri yang diceritakan.
b.         Orang pertama sebagai pengamat ada dalam cerita. Kata ganti yang digunakan: saya,aku, disebut sudut pandang akuan.
 2.   Sudut pandang orang ketiga:
a.     Orang ketiga serba tahu=> melaporkan semua tindak tanduk yang sangat pribadi dari pelaku.
b. Orang ketiga terarah => terpusat pada satu karakter. Kata ganti yang digunakan: dia, ia, mereka nama orang (Budi, Wati)  disebut sudut pandang diaan.              
    Contoh sudut pandang: Pak Balam menutup matanya kembali, dan dia terbaring demikian,letih telah berbicara begitu banyak. Mereka duduk mengingilinginya dengan pikiran masing-masing. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat sekalidalam hati mereka. Mereka ingin selamat sampai ke kampung........





       Sudut pandang dalam kutipan tersebut adalah: orang ketiga serba tahu karena melaporkan semua tindak tanduk tokoh, yaitu  Pak Balam  dan mereka.
         7.    Gaya bahasa=>majas=>bahasa kiasan=>bahasa figuratif=> cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu.
Contoh:
a.     hiperbola=>melebih-lebihkan sesuatu agar mendapat efek tertentu.
                             Contoh: Budi memiliki segudang kaset.
b.     litotes=> merendahkan diri.
                             Contoh: Singgalah ke gubukku sebentar.(gubuk=rumah mewah)
c.     metafora=> perbandingan secara langsung dengan benda.
         Contoh: Aku ini binatang jalang.
d.      personifikasi=> menganggap benda mati seolah-olah hidup dan berbuat seperti manusia.
        Contoh: Angin berbisik membelai gadis itu.
e.     simile=> perumamaan yang menggunakan kata pembanding: seperti, bagai, ibarat,bak,laksana, seperti,daripada.
f.      dsb.
     
 Unsur  Ekstrinsik karya sastra:
Unsur ekstrinsik=> unsur yang berada di luar karya sastra (cerpen), tetapi mendukung keberhasilan cerpen.
           Unsur ekstrinsik meliputi:biografi (riwayat hidup pengarang)pengarang: sejarah,sosial,latar belakang penciptaan, kehidupan masyarakat,tempat cerpen diciptakan,agama,dan filsafat/aliran pengarang.
                Unsur yang lain di luar karya sastra (cerpen) => nilai-nilai dalam karya sastra (cerpen)=> pelajaran yang dapat diambil dalam sebuah cerita, yaitu antara lain:
a.     nilai agama=> berkaitan dengan agama: rajin sholat,mengaji,puasa, dsb.
b.     nilai moral => akhlak budi pekerti: sopan berbicara.
c.     nilai sosial => nilai masyarakat: suka menolong,memberi,tenggang rasa.
d.     nilai budaya=> berkaitan  dengan adat istiadat,kesenian,kepercayaan,upacara adat).
   e. nilai estetika=>keindahan dalam karya sastra tentang bahasa, alur,                                                                                      Contoh: Dari sebuah kantung di dalam keranang besarnya, Wak Katok mengeluarkan . Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas.....
Nilai sosial yang terdapat dalam kutipan: memberi pertolongan kepada orang lain.

TUGAS
A. Tugas di Kelas
I.   Membentuk kelompok yang beranggotakan 4-6 orang!
1.     Mendengarkan dengan seksama cerpen “Guru”  yang akan dibacakan oleh guru Anda atau tape recorder!
2.     Menentukan unsur intrinsik dalam cerpen “Guru” yang telah Anda dengar, yaitu tentang:
a.      Tentukan tema dalam cerpen “Guru” yang telah didengar!
b.      Tentukan latar tempat, waktu,suasana dalam cerpen “Guru”!
c.      Tentukan alur dalam cerpen “Guru”!
d.      Tentukan tokoh dan karakter tokoh dalam cerpen “Guru”!
e.      Tentukan amanat dalam cerpen “Guru”!
f.       Tentukan sudut pandang dalam cerpen “Guru”!
3.    Menentukan unsur ekstrinsik dalam cerpen “Guru”,tentang: kondisi masyarakat
4.    Tentukan nilai apa yang dominan dalam cerpen “Guru”? Jelaskan!
5.    Tulislah sinopsis  cerpen “Guru” tersebut !

Mendengarkan pembacaan Cerpen:










STANDAR  KOMPETENSI
                        Menulis
                        12.  Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman/ringkasan notulis rapat dan karya ilmiah.
                        KOMPETENSI  DASAR
        12.2   Menulis notulen rapat sesuai dengan pola penulisannya
        INDIKATOR
·          Mengidentifikasi dua notulen rapat atau lebih.
·          Mencatat perbedaan dan persamaan antara dua notulen rapat atau lebih.
·          Menentukan pola penulisan notulen rapat yang lengkap.
·          Menulis notulen rapat.
·          Mendiskusikan notulen rapat yang telah dibuat.
                        
MATERI   PEMBELAJARAN
Notula atau notulen=> catatan garis besar isi pembicaraan dan jalannya suatu rapat  atau pertemuan (hal yang dibicarakan atau diputuskan). Sedangkan notulis => orang yang pekerjaannya membuat notula atau catatan rapat. Seorang notulis akan mencatat semua kegiatan rapat,semua pembicaraan atau keputusan-keputusan penting harus dicatat. Kalau ada perdebatan yang bertele-tele dalam rapat itu, tak  perlu dicatat kembali di dalam notula. Yang tidak boleh diabaikan ialah keputusan-keputusan yang telah diambil dalam rapat itu.
Pola penulisan notulen adalah sbb:
1.     Judul
2.     Hari/tanggal
3.     Tempat
4.     Waktu
5.     Peserta rapat
6.     Pemimpin rapat
7.     Daftar acara
8.     Notulis
9.     Jalannya rapat
10.   Keputusan rapat
11.   Tanggal penandatanganan notulen dan tempat
12.   Tanda tangan pemimpin diskusi dan notulis
Contoh Notulen:
NOTULEN RAPAT OSIS MAN BAU-BAU

Rapat diadakan pada hari/tanggal  :  Senin,26 Januari 2009
Tempat                                                 :  Ruang OSIS
Waktu                                                   :  Pukul 15.30 s.d. 17.00
Peserta                                                 :  Pengurus OSIS
Pemimpin rapat                                    :  Ketua OSIS
Acara                                                    :   1.  Pembukaan
                                                                  2.   Rencana kunjungan
                                                                  3.   Hal lain
                                                                  4.   Penutup
           Pelaksanaan  Rapat :
1.    Ketua OSIS membuka rapat dengan lebih dahulu mengucapkan terima kasih atas kesediaan peserta rapat tepat pada waktunya.
2.   Selanjutnya ketua melanjutkan pembicaraan mengenai rencana kunjungan ke perusahaan aspal. Setelah mendengar berbagai pendapat dari peserta rapat yang hadir maka diputuskan bahwa kunjungan akan dilaksanakan sehari menjelang liburan semester dua..
                    Hal-hal lain yang diputuskan,sbb:
a. Pembentukan panitia kunjungan yang terdiri atas ketua, sekretaris,bendahara.
    b. Biaya transportasi dan makan siang untuk setiap peserta Rp3000.00. yang harus diserahkan kepada bendahara paling   lambat tiga hari sebelum kunjungan
    c.  Panitia akan menghadap kepala sekolah untuk meminta seorang atau dua orang guru sebagai     pendamping.
3.   Sesudah masalah kunjungan selesai dibicarakan, acara dilanjutkan dengan hal-hal lain. Dalam acara ini  diputuskan bahwa



para peserta harus berpakaian seragam sekolah, peserta harus menyerahkan laporan  hasil kegiatan secara tertulis seminggu sesudah kunjungan.
4.     Setelah semua acara dibicarakana ketua rapat menutup  dengan ucapan terima kasih.
          Mengetahui,                                                                                                                                              Bau-Bau, 26 Januari 2009
          Pemimpin Rapat,                                                                                                                                      Notulis.
             HALIFA                                                                                                                                                                                          RISKA  RAHIM
                                                                                                                
RAPAT PEMBANGUNAN MASJID MAN BAU-BAU

Hari                                          :   Senin
Tanggal                                   :   1 Pebruari 2009
Tempat                                   :    Gedung Serbaguna Man  Bau-Bau
Waktu Rapat                          :    Pukul 13.30 – 16.30 WITA
Pemimpin Rapat                    :   Drs. Hasim, M.MPd
Peserta Rapat                         :   1. Drs. L.M.Tasrin, M.M (Waka Kurikulum)
                                                      2, Drs. Karim  (Waka Sarana)
                                                      3. Abu Bakar, S.Pd. (Waka Pembina Osis)
                                                      4. Drs. H. Muhammad ( guru AlQuran Hadits)
                                                      5. Drs. Muchlis (Guru Fiqhi)
                                                      6. Drs. Abdul Gani.S ( Ketua Komite)
                                                      7. Drs. Muchtar ( Bendahara Komite)
                                                      8. Halifa (Ketua OSIS)
                                                      9. Asriani (Bendahara OSIS)

Sistematika Rapat:
1.     Doa.
2.     Pengarahan dari kepala sekolah.
3.     Sambutan ketua komite.
4.     Rapat.
5.     Tanya Jawab
6.     Kesimpulan
7.     Penutup
Keputusan Rapat:
1.     Masjid akan dibangun di lahan kosong sebelah timur,dekat lapangan basket.
2.     Dana pembangunan dari sukarela orangtua, guru, dan donatur.
3.     Pembangunan akan dimulai paling lambat bulan Pebruari 2009.
Catatan khusus:
Proposal untuk donatur dari beberapa instansi akan disusun.
Rapat ditutup pukul 16.30.

Mengetahui,                                                                                                                       Bau-Bau,1 Pebruari 2009
Pemimpin Rapat,                                                                                                               Notulis,

Drs. Hasim,M.MPd.                                                                                                            Nurmin, S.Pd


 


 TUGAS
 A.  Tugas  Individu di Kelas
1.     Bandingkan kedua contoh  notulen rapat tersebut ditinjau dari kelengkapan unsurnya.!
.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2.     Apa perbedaan antara kedua contoh notulen tersebut?  Jelaskan!
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................                                                                                                            


                                                                                                                                      




            STANDAR  KOMPETENSI
            Membaca
            15.  Memahami buku biografi, novel, dan hikayat.
                KOMPETENSI  DASAR
            15.1 Mengungkapkan hal-hal yang menarik tentang tokoh dalam buku biografi yang dibaca.
                INDIKATOR
·          Mengungkapkan hal-hal yang menarik tentang tokoh dalam buku biografi yang dibaca.
·          Menemukan tokoh yang mirip pada tokoh lain
·          Menemukan hal-hal yang bisa diteladani tentang tokoh tersebut


 


MATERI  PEMBELAJARAN

MEMBACA  BUKU BIOGRAFI
                Buku biografi=>memuat riwayat hidup tokoh yang ditulis oleh orang lain yang  mempunyai prestasi (penghargaan berkat karya) dan reputasi (penghargaan berkat nama baik). Dan dapat diteladani dari seorang tokoh, misalnya sikap hidup, kebiasaan,dsb.
                Biografi=>riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Biografi tokoh-tokoh ternama, seperti ilmuwan, politikus, seniman dan orang-orang yang mempunyai nama atau pengaruh besar dituliskan dalam sebuah buku. Dalam buku tersebut dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga.
                Autobiografi=>riwayat hidup pribadi seseorang tokoh yang ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan.
                Dengan membaca buku biografi atau autobiografi tokoh tertentu, Anda akan menemukan sikap atau perbuatan tokoh yang dapat Anda jadikan sebagai contoh atau teladan hidup.























































TUGAS
A.  TUGAS DI KELAS
      1.  Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!
            a.  Kapan dan di mana Ramadhan K.H dilahirkan?
            b.  Kapan dan di mana Ramadhan K.H meninggal?
            c.  Di manakah Ramadhan K.H dimakamkan?
            d.  Sejak kapan Ramdahan K.H berkarya sastra?
            e.  Berapa  banyak hasil karya sastra Ramadhan K.H?Jelaskan dan beri contoh hasil karyanya
            f.   Jelaskan perjalanan karier Ramadhan K.H selama hidupnya!
            g.  Ungkapkan hal-hal yang dapat diteladani dan menarik dari tokoh Ramadhan K.H!

B.   TUGAS INDIVIDU DI RUMAH
       Bacalah biografi salah satu tokoh !Kemudian ringkaslah riwayat hidup: tempat tanggal lahir, nama istri/suami, nama anak tempat tanggal wafat (jika sudah wafat), dan hasil karyanya/sumbangannya bagi negara! Ungkapkanlah hal-hal yang menarik atau yang dapat diteladani dari tokoh tersebut!Ungkapkanlah di depan kelas agar teman-teman yang lain dapat mengetahui keteladanan tokoh tersebut!




















































STANDAR  KOMPETENSI
Membaca
15.  Memahami buku biografi, novel dan hikayat
KOMPETENSI  DASAR
15. 2  Membandingkan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan dengan hikayat.
INDIKATOR
·          Membaca hikayat, novel Indonesia, dan novel terjemahan
·          Mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat, novel Indonesia/terjemahan
·          Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan dengan hikayat


 


MATERI  PEMBELAJARAN

MEMBACA HIKAYAT, NOVEL INDONESIA, DAN NOVEL TERJEMAHAN



















































































































































































































































































































































































































STANDAR  KOMPETENSI
Berbicara
14.  Mengungkapkan wacana sastra dalam bentuk pementasan drama.
KOMPETENSI  DASAR
14.1 Mengekspresikan dialog para tokoh dalam pementasan drama
14.2  Menggunakan gera-gerik, mimik, dan intonasi, sesuai dengan watak tokoh dalam pementasan drama
INDIKATOR
·          Menghayati watak tokoh yang akan diperankan
·          Mengekpresikan dialog para tokoh dalam pementasan drama
·          Menanggapi penampilan dialog para tokoh dalam pementasan drama
·          Memerankan drama dengan memperhatikan penggunaan lafal, intonasi. tekanan/nada, mimik gerak-gerik yang tepat sesuai dengan watak tokoh
·          Menanggapi peran yang ditampilkan dalam pementasan drama


 
MATERI  PEMEBELAJARAN

MEMERANKAN  TOKOH  DALAM  DRAMA

            Kata drama secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dran. Kata dran berarti to do atau to act . Dalam perkembangannya drama berarti suatu karangan prosa atau puisi yang disusun dalam bentuk percakapan dan dapat dipentaskan. Untuk mementaskan drama perlu proses yang panjang. Proses tersebut sbb:
1.  Penelitian atau penyeleksian naskah
2.  Penafsiran peran atau tokoh
3.  Pemilihan peran atau tokoh
4.  Latihan
5.  Memerankan drama
                Anda harus menjiwai watak tokoh jika akan memerankan drama. Lakukanlah hal-hal berikut agar Anda dapat menjiwai watak tokoh dengan baik:
1.     Membaca naskah drama, khususnya pada tokoh yang akan diperankan secara berulang-ulang
2.     Mengamati orang-orang yang memiliki watak seperti dengan tokoh yang hendak dperankan
3.     Jika tidak ada, pemain dapat melihat foto-foto, cerita, sejarah, atau sumber lain yang dapat mendukung karakter tokoh
4.     berlatih memerankan tokoh

TUGAS
A. Tugas di Kelas secara Berkelompok
     1. Guru membagi kelompok dalam 1kelompk beranggotakan 1-5 orang
     2.  Masing-masing kelompok memerankan drama yang telah mereka buat sendiri
     3.  Guru dan siswa menilai penampilan masing-masing kelompok dengan menggunakan format sbb:

    Format Penilaian Memerankan Tokoh


 
                          NO.     NAMA SISWA                                            ASPEK   YANG  DINILAI                                                    SKOR


 
                                                                Volume   Vokal/Intonasi   Ekspresi/penghayatan/Mimik   Gerak/Gaya   Akting
                                                                  (2-1)             (2-1)                                    (2-1)                           (2-1)        (2-1)        10




















 
STANDAR  KOMPETENSI
Menulis
12.  Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman/ringkasan, notulen rapat, dan karya ilmiah.
KOMPETENSI  DASAR
12.1 Menulis rangkuman/ringkasan isi buku
INDIKATOR
·          Mendaftar pokok-pokok pikiran isi buku yang sudah dibaca
·          Membuat ringkasan dari seluruh isi buku
·          Mendiskusikan ringkasan untuk mendapatkan masukan dari teman

MATERI  PEMBELAJARAN

MERINGKAS ISI BUKU NONFIKSI

            Meringkas=merangkum=>kegiatan menyatukan atau merangkai berbagai pendapat atau informasi menjadi bentuk ringkasan pokok-pokok pendapat atau informasi.
                Meringkas dan membuat ikhtisar pada dasarnya berbeda. Meringkas merupakan suatu cara untuk menyajikan karangan atau buku dalam dalam bentuk singkat atau pendek. Dalam kegiatan meringkas urutan isi dan sudut pandang pengarang karangan atau buku asli harus sama dengan urutan isi dan sudut pandang karangan atau buku asli. Perbandingan bagian atau bab dalam ringkasan sama dengan perbandingann bagian atau bab dalam karangan atau buku asli. Meringkas=merangkum.
                Ikhtisar merupakan suatu cara untuk menyajikan karangan atau buku dalam bentuk singkat atau pendek tanpa mempertahankan urutan karangan atau buku asli. Dalam ikhtisar penulis langsung mengemukakan inti atau pokok masalah. Urutan isi ikhtisar juga dapat dibolak-balik. Perbandingan bagian atau isi beberapa bab tidak perlu sama dengan karangan atau buku asli. Bagian atau bab yang tidak penting dalam karangan atau buku asli dapat dihilangkan.

TUGAS
A.  Tugas Individu di Kelas
      1.  Carilah buku bahasa Indonesia kelas XI ke perpustakaan!
       2.  Ringkaslah buku tersebut masing-masing siswa satu subpokok bahasan!
       3.  Tulislah ringkasan tersebut di kertas HVS!
       4.  Ikutilah langkah-langkah dalam meringkas buku:
a.     menemukan pokok pikiran atau gagasan utama di setiap subpokok bahasan. Rumuskan subpokok bahasan tersebut dalam dua atau tiga kalimat sederhana tanpa mengubah maksud si pengarang buku.
b.     Rangkaikan pokok-pokok pikiran tersebut ke dalam beberapa kalimat sederhana